EFEKTIFITAS
PEMBELAJARAN JARAK JAUH (DARING/ONLINE) DI MASA PANDEMI COVID 19 MENURUT PARA
GURU
Makalah
ini ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Informasi Manajemen
Dosen
Pengampu : Hana Lestari, M.Pd
Oleh :
Rinawati 1920.04.007
PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM SAHID BOGOR
2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat
Allah SWT yang melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kita, karena
dengan izin-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas Laporan Analisis dengan judul
“Efektifitas Pembelajaran Jarak Jauh (Daring/Online) Di Masa Pandemi
Covid 19 Menurut Para Guru” ini dengan sebaik-baiknya.
Laporan ini penulis susun dengan
maksimal dalam rangka memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem Informasi
Manajemen yang diampu oleh Ibu Hana Lestari, M.Pd. Untuk itu penulis menyampaikan
banyak terima kasih kepada pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan Laporan
ini.
Terlepas dari itu semua, penulis
menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat,
tata bahasanya maupun dari kelengkapan materi yang penulis buat. Oleh karena
itu, dengan tangan terbuka penulis menerima segala saran dan kritik dari
pembaca agar penulis dapat memperbaiki makalah yang penulis buat ini.
Akhir kata penulis berharap semoga laporan
ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR .........................................................................................
DAFTAR
ISI .......................................................................................................
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah..................................................................................
B.
Rumusan Masalah...........................................................................................
C.
Tujuan Penulisan.............................................................................................
BAB
II PEMBAHASAN
A.
Definisi Pembelajaran Sistem
Daring/Online...................................................
B.
Keunggulan dan kelemahan Pembelajaran
Daring/Online...............................
BAB
III HASIL ANALISIS..................................................................................
BAB
IV PENUTUP................................................................................................
A. Kesimpulan........................................................................................................
B. Saran..................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Persebaran
Pandemi Covid 19 yang massif di berbagai negara, memaksa kita untuk melihat
kenyataan bahwa dunia sedang berubah. Kita bisa melihat bagaimana
perubahan-perubahan di bidang teknologi, ekonomi, politik hingga pendidikan di
tengah krisis akibat Covid-19.
Perubahan
itu mengharuskan kita untuk bersiap diri, merespon dengan sikap dan tindakan
sekaligus selalu belajar hal-hal baru. Indonesia tidak sendiri dalam mencari
solusi bagi peserta didik agar tetap belajar dan terpenuhi hak
pendidikannya. Sampai 1 April 2020, UNESCO mencatat setidaknya 1,5 milyar anak usia sekolah yang terdamapk
Covid 19 di 188 negara termasuk 60 jutaan diantaranya ada di negara kita.
Semua
negara terdampak telah berupaya membuat kebijakan terbaiknya dalam menjaga
kelanggengan layanan pendidkan. Indonesia juga menghadapi beberapa tantangan
nyata yang harus segera dicarikan solusinya: (1) ketimpangan teknologi antara
sekolah di kota besar dan daerah, (2) keterbatasan kompetensi guru dalam
pemanfaatan aplikasi pembelajaran, (3) keterbatasan sumberdaya untuk
pemanfaatan teknologi Pendidikan seperti internet dan kuota, (4) relasi
guru-murid-orang tua dalam pembelajaran daring yang belum integral.
Pemberlakuan
kebijakan physical distancing yang kemudian menjadi dasar pelaksanaan belajar
dari rumah, dengan pemanfaatan teknologi informasi yang berlaku secara
tiba-tiba, tidak jarang membuat pendidik dan siswa kaget termasuk orang tua
bahkan semua orang yang berada dalam rumah.
Pembelajaran
teknologi informasi memang sudah diberlakukan dalam beberapa tahun terakhir
dalam sistem pendidikan di Indonesia. Namun, pembelajaran daring yang
berlangsung sebagai kejutan dari pandemi Covid-19, membuat kaget hampir di semua
lini, dari kabupaten/kota, provinsi, pusat bahkan dunia internasional.
Sebagai
ujung tombak di level paling bawah suatu lembaga pendidikan, kepala sekolah
dituntut untuk membuat keputusan cepat dalam merespon surat edaran Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan yang mengharuskan sekolah untuk memberlakukan
pembelajaran dari rumah.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apakah definisi pembelajaran sistem
daring/online ?
2.
Apa kelebihan dan kekurangan sistem
daring/online pada kegiatan pembelajaran ?
3. Efektifkah pembelajaran sistem daring diterapkan dalam
pendidikan di Indonesia pada masa Covid 19 ini ?
C.
Tujuan
Penulisan
1.
Menambah wawasan para pembaca mengenai definisi
pembelajaran sistem daring/online
2. Memberikan informasi kepada para pembaca
terkait pencegahan manfaat, kelebihan, dan kekurangan sistem daring/online
3. Mengetahui keefektifan penerapan
pembelajaran sistem daring/online pada masa Pandemi Covid 19
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Definisi
Pembelajaran Sistem Daring/Online
Pendidikan jarak jauh adalah pendidikan formal berbasis lembaga yang peserta didik dan
instrukturnya berada di lokasi terpisah sehingga memerlukan sistem telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan keduanya
dan berbagai sumber daya yang diperlukan di dalamnya. Pembelajaran daring (online) merupakan bagian dari
pendidikan jarak jauh yang secara khusus menggabungkan teknologi elektronika
dan teknologi berbasis internet.
Kemajuan yang terjadi dalam dunia teknologi
komunikasi dan informasi memunculkan peluang maupun tantangan baru dalam dunia
pendidikan. Peluang baru yang muncul termasuk akses yang lebih luas terhadap
konten multimedia yang lebih kaya, dan
berkembangnya metode pembelajaran baru yang tidak lagi dibatasi oleh ruang dan
waktu. Di sisi lain kemajuan teknologi dengan beragam inovasi digital yang terus berkembang juga menghadirkan tantangan
baru bagi penyelenggara pendidikan untuk terus menyesuaikan infrastruktur
pendidikan dengan teknologi baru tersebut.
Pendidikan jarak jauh bukan metode baru dalam sistem pendidikan. Metode pembelajaran
ini telah digunakan di Amerika Serikat sejak tahun 1892 ketika Universitas
Chicago meluncurkan program pembelajaran jarak jauh pertamanya untuk tingkat
pendidikan tinggi. Metode pembelajaran jarak jauh terus berkembang dengan
menggunakan beragam teknologi komunikasi dan informasi termasuk radio, televisi, satelit, dan internet.[3] Meluasnya penggunaan internet oleh publik di
berbagai negara pada tahun 1996 menjadi suatu fenomena yang berkembang dan
diikuti oleh kemunculan beragam konten digital di dalamnya.[4] Pada tahun yang sama, John Bourne
mengembangkan Asychronous Learning Network Web yang
merujuk kepada kemampuan untuk memberikan pendidikan kapan saja dan di mana
saja melalui internet.
B. Keunggulan dan kelemahan
Pembelajaran Daring/Online
1. Keunggulan dari metode
pembelajaran Daring/Online antara lain:
a. Proses pembelajaran dapat dilakukan tanpa
dibatasi oleh keharusan pengajar dan peserta didik untuk berada di ruang dan
waktu yang sama.
b. Penggunaan teknologi komunikasi dan informasi
sebagai media pembelajaran menimbulkan biaya yang lebih rendah baik bagi
penyelenggara pendidikan jarak jauh maupun peserta didik.
c. Materi ajar dan berbagai interaksi dalam
bentuk tulisan yang dikemas secara digital memungkinkan peserta didik untuk
dapat membaca kembali berulang-ulang informasi yang tercatat di
dalamnya.
2. Kelemahan dari metode pembelajaran
Daring/Online antara lain:
a. Minimnya kontak langsung antara pengajar dan peserta didik
memperlambat proses terbangunnya relasi sosial dan nilai-nilai yang menjadi
tujuan dasar dari pendidikan
b. Rendahnya kontrol terhadap proses pembelajaran sebagai impikasi
dari cara belajar mandiri yang menjadi titik berat dari pendidikan jarak jauh.
c. Keterbatasan teknologi komunikasi dan informasi yang tidak dapat
menggantikan sepenuhnya proses komunikasi dan interaksi secara langsung yang
terjadi dalam pendidikan konvensional.
BAB III
HASIL ANALISIS
1.
Dari jawaban 19
responden mengenai pertanyaan No.1
(Apakah
sistem pembelajaran daring/online memudahkan Bapak/Ibu untuk tetap melaksanaan
kegiatan pembelajaran di Masa Pandemi Covid 19 ini ? )
Jumlah jawaban :
1.
Ya = 13
2.
Tidak = 6
Hal ini menunjukan bahwa
68,4% merasa terbantu dengan adanya program pembelajaran sistem daring/online
di masa Pandemi Covid 19 ini. Sedangkan 31,6% merasa tidak terbantu atau tidak
merasa adanya kemudahan dengan adanya program pembelajaan sistem daring/online
di masa Pandemi Covid 19 ini.
2.
Dari jawaban 19
responden mengenai pertanyaan No.2
(Apakah sistem pembelajaran
daring/online memberikan dampak positif bagi Bapak/ibu ? ) Jumlah jawaban :
1.
Ya = 13
2.
Tidak = 6
Hal ini menunjukkan bahwa
68,4% memberikan dampak positif bagi para guru. Sedangkan 31,6% responden
merasa tidak ada dampak positif bagi guru.
3.
Dari jawaban 19
responden mengenai pertanyaan No.3
(Apakah Bapak/Ibu menguasai
perangkat - perangkat teknlogi penunjang kegiatan belajar mengajar (seperti
aplikasi pembelajaran pada smartphone) ?)
Jumlah jawaban :
1.
Ya = 18
2.
Tidak = 1
Hal ini
menunjukkan bahwa 94,7% responden yang tak lain adalah para guru – guru sudah
menguasai perangkat – perangkat teknologi penunjang kegiatan pembelajaran pada
sistem daring/ online (tidak gaptek). Sedangkan 5,3% responden tidak menguasai
perangkat – perangkat teknologi penunjang pembelajaran daring/online (gaptek).
4.
Dari jawaban 19
responden mengenai pertanyaan No.4
(Adakah kesulitan saat
proses melakukan kegiatan pengajaran ?)
Jumlah jawaban :
1.
Ada =
18
2.
Tidak ada = 1
Hal ini menunjukkan 94,7%
responden mengaku adanya kesulitan – kesulitan dalam proses melakukan kegiatan
pengajaran pada sistem daring/online. Sedangkan 5,3% responden menjawab tidak
ada kesulitan dalam melakukan kegiata pengajaran pada sistem daring/online.
5.
Dari jawaban 19
responden mengenai pertanyaan No.5
(Apakah Bapak/Ibu menerapkan sistem
pembelajaran daring/online pada peserta didik ?) Jumlah jawaban :
1.
Ya = 18
2.
Tidak = 1
Hal ini menunjukkan bahwa
94,7% responden menerapkan sistem pembelajaran daring/online pada peserta
didik. Sedangkan 5,3% responden tidak menerapkan sistem pembelajaran
daring/online pada peserta didik.
6.
Dari jawaban 19
responden mengenai pertanyaan No.6
(Apakah Bapak/Ibu termotivasi dengan
adanya sistem pembelajaran daring/online untuk menerapkannya juga pada kegiatan
belajar mengajar di Masa Normal ?)
Jumlah jawaban :
1.
Ya = 8
2.
Tidak = 11
Hal ini menunjukkan bahwa
42,1% responden termotivasi untuk menerapkan sistem daring/online pada KBM di
masa normal. Sedangkan 57,9% responden tidak termotivasi untuk menerapkan
sistem daring/online di masa normal.
Dari hasil analisis di
atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kebanyakan para guru mendapat kemudahan
dengan diadakannya sistem daring/online sebagai perangkat pembelajaran di masa Pandemi Covid 19 ini. Meskipun dalam
pelaksanaan pembelajaran sistem daring/online ini juga terdapat kesulitan –
kesulitan yang dihadapi oleh para guru. Sistem daring/online selain memberikan
kemudahan dalam melakukan pembelajaran juga memberikan dampak positif kepada
para guru.
Kegiatan pembelajaran sistem daring/online yang
ditetapkan oleh Kemendikbud sebagai pengganti pembelajaran tatap muka dan
sebagai usaha memutus rantai penyebaran Virus Covid 19 ini tidak memperlihatkan
kendala dalam segi penguasaan perangkat – perangkat teknologi penunjang
pembelajaran bagi para guru, karena faktanya para guru sudah menguasai
perangkat – perangkat teknologi pembelajaran sistem daring/online, sehingga
membuat para guru ikut melaksanakan himbauan Kemendikbud. Akan tetapi para guru
tidak termotivasi untuk menerapkan pembelajaran sistem daring/online di masa
normal.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pendidikan jarak jauh adalah pendidikan formal berbasis lembaga yang peserta didik dan
instrukturnya berada di lokasi terpisah sehingga memerlukan sistem telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan keduanya
dan berbagai sumber daya yang diperlukan di dalamnya. Pembelajaran daring (online) merupakan bagian dari
pendidikan jarak jauh yang secara khusus menggabungkan teknologi elektronika
dan teknologi berbasis internet.
Dari hasil analisis dapat
ditarik kesimpulan bahwa kebanyakan para guru mendapat kemudahan dengan diadakannya
sistem daring/online sebagai perangkat pembelajaran di masa Pandemi Covid 19 ini. Meskipun dalam
pelaksanaan pembelajaran sistem daring/online ini juga terdapat kesulitan –
kesulitan yang dihadapi oleh para guru. Sistem daring/online selain memberikan
kemudahan dalam melakukan pembelajaran juga memberikan dampak positif kepada
para guru.
Kegiatan pembelajaran
sistem daring/online yang ditetapkan oleh Kemendikbud sebagai pengganti
pembelajaran tatap muka dan sebagai usaha memutus rantai penyebaran Virus Covid
19 ini tidak memperlihatkan kendala dalam segi penguasaan perangkat – perangkat
teknologi penunjang pembelajaran bagi para guru, karena faktanya para guru
sudah menguasai perangkat – perangkat teknologi pembelajaran sistem
daring/online, sehingga membuat para guru ikut melaksanakan himbauan
Kemendikbud. Akan tetapi para guru tidak termotivasi untuk menerapkan
pembelajaran sistem daring/online di masa normal.
B. Saran
sistem pembelajaran yang
baik sebaiknya berorientasi pada keterampilan proses bukan pada nilai akhir
berbasis angka semata. Pembelajaran di era milenial saat ini harus meningkatkan
kreativitas peserta didik sesuau dengan perkembangan zaman. Terbukti dengan
sistem pembelajaran daring yang saat ini berlangsung, banyak metode, ruang
belajar dan produk pembelajaran kreatif yang merupakan hasil kolaboratif antara
peserta didik dan guru sebagai pendidik.

Good Job ...
BalasHapus