LAPORAN ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI
DIGITAL PADA TENAGA PENDIDIK TINGKAT SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BOGOR
Rinawati (1920.04.007)
Program Studi
Manajemen Pendidikan Islam
Fakultas Ilmu
Tarbiyah Dan Keguruan
Institut Agama
Islam Sahid Bogor
ABSTRACT:
This study aims to analyze the ability of digital
literacy in teaching staff at the elementary school level in Bogor Regency.
This study uses a qualitative method with research subjects at the elementary
school level teachers in Bogor Regency. Data collection techniques are done by
indirect communication (through social media) and observation. Data collection
uses a digital questionnaire sheet created through Google forms that can be
distributed by publishing links. The results showed that the level of digital
literacy skills of elementary school teachers in Bogor Regency was classified
as high in the indicator of ability to operate MS. Word, MS. Excel, MS. Power
Point (80%), interest in computers to be used as learning aids (90%) ,
information search by visiting internet sites (70%), information search through
search engines (80%), use of WhatsApp as a medium to convey information related
to the learning process (100%), smartphone / android is a technological tool
that makes it easy to search for information or online learning activities
(90%), and Smartphones / Android as technology tools that are frequently used
(100%). The level of digital literacy skills of elementary school teachers in
Bogor Regency is classified as being an indicator of the ability to operate a
computer (60%), the use of digital books as learning media (40%), an
understanding of the functions and ways to create a blog (50%), and the
experience of writing work. which is presented in a blog (40%). The level of
digital literacy skills of elementary school teachers in Bogor Regency is
relatively low in the indicator of the use of digital applications supporting
learning (30%). Based on the results obtained it can be concluded that the
level of digital literacy skills of elementary school teachers in Bogor Regency
is classified as high level.
Keywords: Digital Literacy,
Elementary Teachers
ABSTRAK :
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
kemampuan literasi digital pada tenaga pendidik tingkat Sekolah Dasar di
Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan subjek
penelitian Guru tingkat Sekolah Dasar di Kabupaten Bogor. Teknik pengumpulan
data dilakukan dengan komunikasi tidak langsung (melalui media sosial) dan
observasi. Pengumpulan data menggunakan lembar angket digital yang dibuat
melalui google form yang bisa disebar dengan mempublish link. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tingkat kemampuan literasi digital para guru SD di Kabupaten
Bogor tergolong tinggi pada indikator kemampuan dalam
mengoperasikan MS.Word, MS.Excel, MS.Power Point (80%), ketertarikan pada
komputer untuk dijadikan alat bantu pembelajaran (90%), pencarian informasi
dengan mengunjungi situs internet (70%), pencarian informasi melaui search
engine (80%), penggunaan WhatsApp sebagai media untuk menyampaikan informasi
terkait proses pembelajaran (100%), smartphone/android merupakan alat teknologi
yang memudahkan dalam melakukan pencarian informasi atau kegiatan pembelajaran
online (90%), dan Smartphone/Android sebagai alat teknologi yang sering
digunakan (100%). Tingkat kemampuan literasi digital para guru SD di Kabupaten
Bogor tergolong sedang pada indikator kemampuan mengoperasikan komputer (60%), penggunaan
buku digital sebagai media pembelajaran (40%), pemahaman mengenai fungsi dan
cara membuat blog (50%), dan pengalaman pembuatan karya tulis yang disajikan
dalam sebuah blog (40%). Tingkat kemampuan literasi digital para guru SD di
Kabupaten Bogor tergolong rendah pada indicator penggunaan aplikasi digital
penunjang pembelajaran (30%). Berdasarkan hasil
yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan literasi digital guru
SD di Kabupaten Bogor tergolong tingkat tinggi.
PENDAHULUAN
Tantangan dunia pendidikan kini semakin berat dengan datang
dan berkembangnya teknologi yang semakin besar. Seluruh peserta didik adalah
generasi millenial yang mempunyai gaya hidup, perilaku, dan wawasan serta
cita-cita yang berbeda dengan generasi para pendidik yang hampir semuanya
kelahiran abad silam. Ini adalah tantangan yang sangat besar karena perbedaan
paradigma antara generasi pendidik (guru dan dosen) dengan para peserta didik
yaitu siswa dan mahasiswa.
Perbedaan
ini dipengaruhi oleh kehadiran teknologi baru yaitu teknologi 4G dan 5G yang
harus ditanamkan kebenak seluruh peserta didik agar menjadi manusia yang mampu
mengikuti perkembangan teknologi dan mampu memanfaatkan untuk kehidupannya. Hal
ini penting mengingat para pakar banyak yang meyakini akan muncul puluhan jenis
pekerjaan yang segera hilang digantikan oleh teknologi baru atau lapangan
pekerjaan yang biasanya padat karya tidak lagi memerlukan karyawan dalam jumlah
besar karena berbagai bentuk efisiensi akibat kehadiran teknologi baru. Bahkan
menurut beberapa pakar meyakini bahwa 10 sampai 15 tahun ke depan universitas
di Amerika akan hilang paling tidak setengah dari jumlah yang ada karena
munculnya inovasi seperti MOOCs (Massive online open courses).
Menyadari
hal itu, maka penulis membuat analisis mengenai kemampuan literasi digital pada
tenaga pendidik tingkat sekolah dasar dengan sampel para guru di kabupaten
Bogor untuk melihat dan dapat mengukur tingkat kecakapan di bidang teknologi
para pendidik di Indonesia, khususnya para pendidik tingkat Sekolah Dasar.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
subjek penelitian Guru tingkat Sekolah Dasar di Kabupaten Bogor.Teknik pengumpulan
data dilakukan dengan komunikasi tidak langsung (melalui media sosial) dan
observasi. Pengumpulan data menggunakan lembar angket digital yang dibuat
melalui google form yang bisa disebar dengan mempublish link. Penelitian ini
dilakukan pada tanggal 5 – 10 Juni 2020.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Literasi
digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media
digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi,
menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara
sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam
rangka membina komunikasi dan interaksi dalam
kehidupan sehari-hari. Literasi digital juga merupakan kemampuan
menggunakan teknologi informasi dan
komunikasi (TIK) untuk mengkomunikasikan konten/informasi
dengan kecakapan kognitif dan teknikal. Digital
literasi lebih cenderung pada hal hal yang terkait dengan keterampilan teknis
dan berfokus pada aspek kognitif dan sosial emosional dalam dunia dan
lingkungan digital.
Elemen esensial untuk
mengembangkan literasi digital:
- Kultural,
yaitu pemahaman ragam konteks pengguna
dunia digital;
- Kognitif,
yaitu daya pikir dalam menilai konten;
- Konstruktif,
yaitu reka cipta sesuatu yang ahli dan aktual;
- Komunikatif,
yaitu memahami kinerja jejaring dan komunikasi didunia digital;
- Kepercayaan
diri yang bertanggung jawab;
- Kreatif,
melakukan hal baru dengan cara baru;
- Kritis
dalam menyikapi konten; dan bertanggungjawab secara sosial
Prinsip
dasar pengembangan literasi digital :
- Pemahaman
untuk mengekstrak ide secara eksplisit dan implisit dari media
- Saling ketergantungan antara media yang satu dengan media yang lain
- Faktor sosial menentukan keberhasilan jangka panjang media yang membentuk ekosistem organik untuk mencari informasi, berbagi informasi, menyimpan informasi dan akhirnya membentuk ulang media itu sendiri.
- Kurasi
atau kemampuan untuk menilai sebuah informasi, menyimpannya agar dapat di
akses kembali.
- Faktor sosial menentukan keberhasilan jangka panjang media yang membentuk ekosistem organik untuk mencari informasi, berbagi informasi, menyimpan informasi dan akhirnya membentuk ulang media itu sendiri
- Kurasi atau kemampuan untuk menilai sebuah informasi, menyimpannya agar dapat di akses kembali.
Kerangka literasi digital
Indonesia:
- Proteksi
(safeguard), yaitu perlunya kesadaran atas keselamatan dan kenyamanan
pengguna internet, yaitu perlindungan data pribadi, keamanan daring serta
privasi individu dengan layanan teknologi enkripsi sebagai salah satu
solusi yang disediakan.
- Hak-hak
(right), yaitu hak kebebasan berekspresi yang dilindungi, hak atas
kekayaan intelektual, dan hak berserikat dan berkumpul
- Pemberdayaan (empowerment), yaitu pemberdayaan internet untuk menghasilkan karya produktif, jurnalisme warga, dan kewirausahaan serta hal -hal terkait etika informasi
Berikut adalah hasil penelitian yang telah dilakukan :
1. Dari jawaban 10 orang Tenaga Pendidik/Guru (responden) tingkat Sekolah Dasar mengenai pertanyaan No.1 (Apakah Bapak/Ibu dapat mengoperasikan komputer dengan baik ?)
Jumlah jawaban :
• Ya = 6 (60%)
• Tidak = 4 (40%)
Berdasarkan hasil angket yang disebar diketahui bahwa para Guru tingkat SD di Kabupaten Bogor tergolong berada pada level sedang (60%) mengenai kemampuan mengoperasikan komputer, karena terdapat 4 dari 10 guru yang masih belum dapat mengoperasikan komputer dengan baik.
2. Dari jawaban 10 orang Tenaga Pendidik/Guru (responden) tingkat Sekolah Dasar mengenai pertanyaan No.2 (Apakah Bapak/Ibu dapat mengoperasikan MS. Word, MS. Excel, dan MS. Power Point ? ) Jumlah jawaban :
• Ya = 8 (80%)
• Tidak = 2 (20%)
Berdasarkan hasil angket yang disebar diketahui bahwa para Guru tingkat SD di Kabupaten Bogor tergolong berada pada level tinggi (80%) mengenai kemampuan dalam mengoperasikan MS.Word, MS.Excel, MS.Power Point, namun masih ada 2 orang guru yang tidak dapat mengoperasikan MS.Word, MS.Excel, MS.Power Point.
3. Dari jawaban 10 orang Tenaga Pendidik/Guru (responden) tingkat Sekolah Dasar mengenai pertanyaan No.3 (Apakah Bapak/Ibu menggunakan aplikasi digital seperti classroom atau edmodo sebagai salah satu akses kegiatan belajar mengajar ?)
Jumlah jawaban :
• Ya = 3 (30%)
• Tidak = 7 (70%)
Berdasarkan hasil angket yang disebar diketahui bahwa para Guru tingkat SD di Kabupaten Bogor tergolong berada pada level rendah (30%) dalam hal penggunaan aplikasi digital penunjang pembelajaran, hal ini dikarenakan masih ada 7 orang dari 10 guru yang belum/tidak menggunakan aplikasi digital dalam pembelajaran.
4. Dari jawaban 10 orang Tenaga Pendidik/Guru (responden) tingkat Sekolah Dasar mengenai pertanyaan No.4 (Apakah Bapak/Ibu menggunakan buku digital sebagai media pembelajaran ?)
Jumlah jawaban :
• Ya = 4 (40%)
• Tidak = 6 (60%)
Berdasarkan hasil angket yang disebar diketahui bahwa para Guru tingkat SD di Kabupaten Bogor tergolong berada pada level sedang (40%) dalam hal penggunaan buku digital sebagai media pembelajaran, hal ini dikarenakan masih ada 6 orang dari 10 guru yang belum/tidak menggunakan buku digital sebagai media pembelajaran.
5. Dari jawaban 10 orang Tenaga Pendidik/Guru (responden) tingkat Sekolah Dasar mengenai pertanyaan No.5 (Apakah Bapak/Ibu tertarik bila komputer digunakan sebagai alat bantu pembelajaran ?)
Jumlah jawaban :
• Tertarik = 9 (90%)
• Tidak tertarik = 1 (10%)
Berdasarkan hasil angket yang disebar diketahui bahwa para Guru tingkat SD di Kabupaten Bogor tergolong berada pada level tinggi (90%) mengenai ketertarikan pada komputer untuk dijadikan alat bantu pembelajaran, meskipun ada 1 dari 10 orang yang tidak tertarik pada komputer untuk dijadikan alat bantu pembelajaran.
6. Dari jawaban 10 orang Tenaga Pendidik/Guru (responden) tingkat Sekolah Dasar mengenai pertanyaan No.6 (Ketika memerlukan Informasi atau bahan ajar (materi), Bapak/Ibu lebih sering mengunjungi situs internet atau mencari dan membaca di buku teks ?)
Jumlah jawaban :
• Mengunjungi situs internet = 7 (70%)
• Mencari dan membaca di buku = 3 (30%)
Berdasarkan hasil angket yang disebar diketahui bahwa para Guru tingkat SD di Kabupaten Bogor tergolong berada pada level tinggi (70%) mengenai pencarian informasi dengan mengunjungi situs internet, dan terdapat 3 orang dari 10 orang guru yang menggunakan buku sebagai sumber informasi.
7. Dari jawaban 10 orang Tenaga Pendidik/Guru (responden) tingkat Sekolah Dasar mengenai pertanyaan No.7 (Apakah Bapak/Ibu melakukan pencarian informasi melalui search engine seperti menggunakan salah satu media digital seperti Yahoo, Google, UC browser, Opera Mini atau lainnya ?
Jumlah jawaban :
• Ya = 8 (80%)
• Tidak = 2 (20%)
Berdasarkan hasil angket yang disebar diketahui bahwa para Guru tingkat SD di Kabupaten Bogor tergolong berada pada level tinggi (80%) mengenai pencarian informasi melaui search engine, namun masih ada 2 dari 10 orang guru yang belum/tidak melakukan pencarian informasi melalui search engine.
8. Dari jawaban 10 orang Tenaga Pendidik/Guru (responden) tingkat Sekolah Dasar mengenai pertanyaan No.8 (Apakah Bapak/Ibu menggunakan WhatsApp sebagai media untuk menyampaikan informasi ?)
Jumlah jawaban :
• Ya = 10 (100%)
• Tidak = 0
Berdasarkan hasil angket yang disebar diketahui bahwa para Guru tingkat SD di Kabupaten Bogor tergolong berada pada level tinggi (100%) dalam hal penggunaan WhatsApp sebagai media untuk menyampaikan informasi terkait proses pembelajaran, hal ini berarti bahwa semua guru di Kabupaten Bogor sudah menggunakan WhatsApp sebagai media penyampaian informasi.
9. Dari jawaban 10 orang Tenaga Pendidik/Guru (responden) tingkat Sekolah Dasar mengenai pertanyaan No.9 (Apakah Bapak/Ibu memahami cara membuat blog dan fungsinya ?)
Jumlah jawaban :
• Ya = 5 (50%)
• Tidak = 5 (50%)
Berdasarkan hasil angket yang disebar diketahui bahwa para Guru tingkat SD di Kabupaten Bogor tergolong berada pada level sedang (50%) dalam hal pemahaman mengenai fungsi dan cara membuat blog. Dalam hal ini terlihat bahwa para guru di kabupaten Bogor masih ada yang belum memahami fungsi dan cara membuat blog dan sebagian lagi sudah memahami.
10. Dari jawaban 10 orang Tenaga Pendidik/Guru (responden) tingkat Sekolah Dasar mengenai pertanyaan No.10 (Apakah Bapak/Ibu pernah membuat karya tulis yang disajikan dalam sebuah blog ?)
Jumlah jawaban :
• Ya = 4 (40%)
• Tidak = 6 (60%)
Berdasarkan hasil angket yang disebar diketahui bahwa para Guru tingkat SD di Kabupaten Bogor tergolong berada pada level sedang (40%) mengenai pengalaman pembuatan karya tulis yang disajikan dalam sebuah blog, hal ini dikarenakan masih ada 6 dari 10 guru yang tidak pernah menyajikan karya tulis di dalam sebuah blog.
11. Dari jawaban 10 orang Tenaga Pendidik/Guru (responden) tingkat Sekolah Dasar mengenai pertanyaan No.11 (Menurut Bapak/Ibu, alat teknologi manakah yang memudahkan dalam melakukan pencarian informasi atau kegiatan pembelajaran online ?)
Jumlah jawaban :
• Komputer/Laptop = 1 (10%)
• Smartphone/Android = 9 (90%)
Berdasarkan hasil angket yang disebar diketahui bahwa menurut 9 dari 10 (90%) Guru tingkat SD di Kabupaten Bogor smartphone/android merupakan alat teknologi yang memudahkan dalam melakukan pencarian informasi atau kegiatan pembelajaran online, namun ada 1 dari 10 (10%) guru yang menyatakan bahwa komputer adalah alat yang memudahkan dalam melakukan pencarian informasi atau kegiatan pembelajaran online.
12. Dari jawaban 10 orang Tenaga Pendidik/Guru (responden) tingkat Sekolah Dasar mengenai pertanyaan No.12 (Alat teknologi informasi manakah yang sering Bapak/Ibu gunakan ?)
Jumlah jawaban :
• Komputer/Laptop = 0
• Smartphone/Android = 10 (100%)
Berdasarkan hasil angket yang disebar diketahui bahwa para Guru tingkat SD di Kabupaten Bogor tergolong berada pada level tinggi (100%) mengenai Smartphone/Android sebagai alat teknologi yang sering digunakan.
Dari hasil analisis di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa para guru di kabupaten Bogor rata – rata memiliki kemampuan mengoperasikan komputer dengan baik, dan hampir semua guru tertarik bila komputer dijadikan sebagai media pembelajaran. Sebagian besar guru di kabupaten Bogor lebih banyak mengunjungi situs internet dengan melalui search engine daripada membaca buku untuk mendapatkan informasi. Untuk media penyampaian informasi semua guru sudah memakai aplikasi WhatsApp yang notabene nya sudah menjadi kebutuhan dan tuntutan zaman di Era ini. Di Era ini para guru di Kabupaten Bogor memilih menggunakan Smartphone/Android sebagai alat untuk menunjang pembelajaran, karena memang smartphone/android ini sangat fleksibel untuk dijadikan alat penunjang pembelajaran. Namun sangat disayangkan para guru di Kabupaten Bogor tidak memanfaatkan aplikasi dan buku digital sebagai alat penunjang pembelajaran yang sebenarnya baik untuk digunakan sebagai penambah wawasan mengenai dunia digital dan pengasah keterampilan di Era digital. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat dispesifikasikan bahwa tingkat kemampuan literasi digital guru SD di Kabupaten Bogor tergolong tingkat tinggi.
KESIMPULAN DAN SARAN
Literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari. Literasi digital juga merupakan kemampuan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk mengkomunikasikan konten/informasi dengan kecakapan kognitif dan teknikal. Digital literasi lebih cenderung pada hal hal yang terkait dengan keterampilan teknis dan berfokus pada aspek kognitif dan sosial emosional dalam dunia dan lingkungan digital.
Dari hasil analisis di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa para guru di kabupaten Bogor rata – rata memiliki kemampuan mengoperasikan komputer dengan baik, dan hampir semua guru tertarik bila komputer dijadikan sebagai media pembelajaran. Sebagian besar guru di kabupaten Bogor lebih banyak mengunjungi situs internet dengan melalui search engine daripada membaca buku untuk mendapatkan informasi. Untuk media penyampaian informasi semua guru sudah memakai aplikasi WhatsApp yang notabene nya sudah menjadi kebutuhan dan tuntutan zaman di Era ini. Di Era ini para guru di Kabupaten Bogor memilih menggunakan Smartphone/Android sebagai alat untuk menunjang pembelajaran, karena memang smartphone/android ini sangat fleksibel untuk dijadikan alat penunjang pembelajaran.
Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat dispesifikasikan bahwa tingkat kemampuan literasi digital guru SD di Kabupaten Bogor tergolong tingkat tinggi.
Saran dari penulis adalah tingkatkan kemampuan literasi digital kita sebagai penambah wawasan dan penyeimbang keterampilan kita di Era yang serba digital ini, dengan cara selalu peka terhadap perkembangan teknologi melalui pembelajaran, pemahaman, pelatihan dan pembiasaan.