Jumat, 15 Mei 2020

LAPORAN HASIL ANALISIS EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN JARAK JAUH (DARING/ONLINE) DI MASA PANDEMI COVID 19 MENURUT PARA GURU


EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN JARAK JAUH (DARING/ONLINE) DI MASA PANDEMI COVID 19 MENURUT PARA GURU

Makalah ini ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Informasi Manajemen
Dosen Pengampu : Hana Lestari, M.Pd

 

Oleh  :
Rinawati          1920.04.007

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM SAHID BOGOR
2020

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kita, karena dengan izin-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas Laporan Analisis dengan judul “Efektifitas Pembelajaran Jarak Jauh (Daring/Online) Di Masa Pandemi Covid 19 Menurut Para Guru”  ini dengan sebaik-baiknya.

Laporan ini penulis susun dengan maksimal dalam rangka memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem Informasi Manajemen yang diampu oleh Ibu Hana Lestari, M.Pd. Untuk itu penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan Laporan ini.

Terlepas dari itu semua, penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat, tata bahasanya maupun dari kelengkapan materi yang penulis buat. Oleh karena itu, dengan tangan terbuka penulis menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar penulis dapat memperbaiki makalah yang penulis buat ini.

Akhir kata penulis berharap semoga laporan ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .........................................................................................
DAFTAR ISI .......................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah..................................................................................
B.     Rumusan Masalah...........................................................................................
C.     Tujuan Penulisan.............................................................................................

BAB II PEMBAHASAN
A.    Definisi Pembelajaran Sistem Daring/Online...................................................
B.     Keunggulan dan kelemahan Pembelajaran Daring/Online...............................

BAB III HASIL ANALISIS..................................................................................

BAB IV PENUTUP................................................................................................
A.    Kesimpulan........................................................................................................
B.    Saran..................................................................................................................

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Persebaran Pandemi Covid 19 yang massif di berbagai negara, memaksa kita untuk melihat kenyataan bahwa dunia sedang berubah. Kita bisa melihat bagaimana perubahan-perubahan di bidang teknologi, ekonomi, politik hingga pendidikan di tengah krisis akibat Covid-19.
Perubahan itu mengharuskan kita untuk bersiap diri, merespon dengan sikap dan tindakan sekaligus selalu belajar hal-hal baru. Indonesia tidak sendiri dalam mencari solusi bagi peserta didik agar tetap belajar dan terpenuhi hak pendidikannya.  Sampai  1 April 2020, UNESCO mencatat setidaknya  1,5 milyar anak usia sekolah yang terdamapk Covid 19 di 188 negara termasuk 60 jutaan diantaranya ada di negara kita.
Semua negara terdampak telah berupaya membuat kebijakan terbaiknya dalam menjaga kelanggengan layanan pendidkan. Indonesia juga menghadapi beberapa tantangan nyata yang harus segera dicarikan solusinya: (1) ketimpangan teknologi antara sekolah di kota besar dan daerah, (2) keterbatasan kompetensi guru dalam pemanfaatan aplikasi pembelajaran, (3) keterbatasan sumberdaya untuk pemanfaatan teknologi Pendidikan seperti internet dan kuota, (4) relasi guru-murid-orang tua dalam pembelajaran daring yang belum integral.
Pemberlakuan kebijakan physical distancing yang kemudian menjadi dasar pelaksanaan belajar dari rumah, dengan pemanfaatan teknologi informasi yang berlaku secara tiba-tiba, tidak jarang membuat pendidik dan siswa kaget termasuk orang tua bahkan semua orang yang berada dalam rumah.
Pembelajaran teknologi informasi memang sudah diberlakukan dalam beberapa tahun terakhir dalam sistem pendidikan di Indonesia. Namun, pembelajaran daring yang berlangsung sebagai kejutan dari pandemi Covid-19, membuat kaget hampir di semua lini, dari kabupaten/kota, provinsi, pusat bahkan dunia internasional.
Sebagai ujung tombak di level paling bawah suatu lembaga pendidikan, kepala sekolah dituntut untuk membuat keputusan cepat dalam merespon surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang mengharuskan sekolah untuk memberlakukan pembelajaran dari rumah.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah definisi pembelajaran sistem daring/online ?
2.      Apa kelebihan dan kekurangan sistem daring/online pada kegiatan pembelajaran ?
3.   Efektifkah  pembelajaran sistem daring diterapkan dalam pendidikan di Indonesia pada masa Covid 19 ini ?

C.    Tujuan Penulisan
1.      Menambah wawasan para pembaca mengenai definisi pembelajaran sistem daring/online
2.  Memberikan informasi kepada para pembaca terkait pencegahan manfaat, kelebihan, dan kekurangan sistem daring/online
3.    Mengetahui keefektifan penerapan pembelajaran sistem daring/online pada masa Pandemi Covid 19

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Definisi Pembelajaran Sistem Daring/Online
Pendidikan jarak jauh adalah pendidikan formal berbasis lembaga yang peserta didik dan instrukturnya berada di lokasi terpisah sehingga memerlukan sistem telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan keduanya dan berbagai sumber daya yang diperlukan di dalamnya. Pembelajaran daring (online) merupakan bagian dari pendidikan jarak jauh yang secara khusus menggabungkan teknologi elektronika dan teknologi berbasis internet.
Kemajuan yang terjadi dalam dunia teknologi komunikasi dan informasi memunculkan peluang maupun tantangan baru dalam dunia pendidikan. Peluang baru yang muncul termasuk akses yang lebih luas terhadap konten multimedia yang lebih kaya, dan berkembangnya metode pembelajaran baru yang tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Di sisi lain kemajuan teknologi dengan beragam inovasi digital yang terus berkembang juga menghadirkan tantangan baru bagi penyelenggara pendidikan untuk terus menyesuaikan infrastruktur pendidikan dengan teknologi baru tersebut.
Pendidikan jarak jauh bukan metode baru dalam sistem pendidikan. Metode pembelajaran ini telah digunakan di Amerika Serikat sejak tahun 1892 ketika Universitas Chicago meluncurkan program pembelajaran jarak jauh pertamanya untuk tingkat pendidikan tinggi. Metode pembelajaran jarak jauh terus berkembang dengan menggunakan beragam teknologi komunikasi dan informasi termasuk radiotelevisisatelit, dan internet.[3] Meluasnya penggunaan internet oleh publik di berbagai negara pada tahun 1996 menjadi suatu fenomena yang berkembang dan diikuti oleh kemunculan beragam konten digital di dalamnya.[4] Pada tahun yang sama, John Bourne mengembangkan Asychronous Learning Network Web yang merujuk kepada kemampuan untuk memberikan pendidikan kapan saja dan di mana saja melalui internet.

B.     Keunggulan dan kelemahan Pembelajaran Daring/Online

1.      Keunggulan dari metode pembelajaran Daring/Online antara lain:
  a. Proses pembelajaran dapat dilakukan tanpa dibatasi oleh keharusan pengajar dan peserta didik untuk berada di ruang dan waktu yang sama.
  b. Penggunaan teknologi komunikasi dan informasi sebagai media pembelajaran menimbulkan biaya yang lebih rendah baik bagi penyelenggara pendidikan jarak jauh maupun peserta didik.
  c. Materi ajar dan berbagai interaksi dalam bentuk tulisan yang dikemas secara digital memungkinkan peserta didik untuk dapat membaca kembali berulang-ulang informasi yang tercatat di dalamnya.

2.      Kelemahan dari metode pembelajaran Daring/Online antara lain:
  a.  Minimnya kontak langsung antara pengajar dan peserta didik memperlambat proses terbangunnya relasi sosial dan nilai-nilai yang menjadi tujuan dasar dari pendidikan
  b. Rendahnya kontrol terhadap proses pembelajaran sebagai impikasi dari cara belajar mandiri yang menjadi titik berat dari pendidikan jarak jauh.
  c. Keterbatasan teknologi komunikasi dan informasi yang tidak dapat menggantikan sepenuhnya proses komunikasi dan interaksi secara langsung yang terjadi dalam pendidikan konvensional.

BAB III
HASIL ANALISIS

1.      Dari jawaban 19 responden mengenai pertanyaan No.1
(Apakah sistem pembelajaran daring/online memudahkan Bapak/Ibu untuk tetap melaksanaan kegiatan pembelajaran di Masa Pandemi Covid 19 ini ? )
Jumlah jawaban :
1.      Ya                   = 13
2.      Tidak                = 6
Hal ini menunjukan bahwa 68,4% merasa terbantu dengan adanya program pembelajaran sistem daring/online di masa Pandemi Covid 19 ini. Sedangkan 31,6% merasa tidak terbantu atau tidak merasa adanya kemudahan dengan adanya program pembelajaan sistem daring/online di masa Pandemi Covid 19 ini.

2.      Dari jawaban 19 responden mengenai pertanyaan No.2
(Apakah sistem pembelajaran daring/online memberikan dampak positif bagi Bapak/ibu ? ) Jumlah jawaban :
1.      Ya                    = 13
2.      Tidak               = 6
Hal ini menunjukkan bahwa 68,4% memberikan dampak positif bagi para guru. Sedangkan 31,6% responden merasa tidak ada dampak positif bagi guru.

3.      Dari jawaban 19 responden mengenai pertanyaan No.3
(Apakah Bapak/Ibu menguasai perangkat - perangkat teknlogi penunjang kegiatan belajar mengajar (seperti aplikasi pembelajaran pada smartphone) ?)
Jumlah jawaban :
1.      Ya                  = 18
2.      Tidak              = 1
Hal ini menunjukkan bahwa 94,7% responden yang tak lain adalah para guru – guru sudah menguasai perangkat – perangkat teknologi penunjang kegiatan pembelajaran pada sistem daring/ online (tidak gaptek). Sedangkan 5,3% responden tidak menguasai perangkat – perangkat teknologi penunjang pembelajaran daring/online (gaptek).

4.      Dari jawaban 19 responden mengenai pertanyaan No.4
(Adakah kesulitan saat proses melakukan kegiatan pengajaran ?)
Jumlah jawaban :  
1.      Ada                = 18
2.      Tidak ada        = 1
Hal ini menunjukkan 94,7% responden mengaku adanya kesulitan – kesulitan dalam proses melakukan kegiatan pengajaran pada sistem daring/online. Sedangkan 5,3% responden menjawab tidak ada kesulitan dalam melakukan kegiata pengajaran pada sistem daring/online.

5.      Dari jawaban 19 responden mengenai pertanyaan No.5
(Apakah Bapak/Ibu menerapkan sistem pembelajaran daring/online pada peserta didik ?) Jumlah jawaban :
1.      Ya                   = 18
2.      Tidak               = 1
Hal ini menunjukkan bahwa 94,7% responden menerapkan sistem pembelajaran daring/online pada peserta didik. Sedangkan 5,3% responden tidak menerapkan sistem pembelajaran daring/online pada peserta didik.

6.      Dari jawaban 19 responden mengenai pertanyaan No.6
(Apakah Bapak/Ibu termotivasi dengan adanya sistem pembelajaran daring/online untuk menerapkannya juga pada kegiatan belajar mengajar di Masa Normal ?)
Jumlah jawaban :
1.      Ya                   = 8
2.      Tidak               = 11
Hal ini menunjukkan bahwa 42,1% responden termotivasi untuk menerapkan sistem daring/online pada KBM di masa normal. Sedangkan 57,9% responden tidak termotivasi untuk menerapkan sistem daring/online di masa normal.

Dari hasil analisis di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kebanyakan para guru mendapat kemudahan dengan diadakannya sistem daring/online sebagai perangkat pembelajaran  di masa Pandemi Covid 19 ini. Meskipun dalam pelaksanaan pembelajaran sistem daring/online ini juga terdapat kesulitan – kesulitan yang dihadapi oleh para guru. Sistem daring/online selain memberikan kemudahan dalam melakukan pembelajaran juga memberikan dampak positif kepada para guru.
Kegiatan pembelajaran sistem daring/online yang ditetapkan oleh Kemendikbud sebagai pengganti pembelajaran tatap muka dan sebagai usaha memutus rantai penyebaran Virus Covid 19 ini tidak memperlihatkan kendala dalam segi penguasaan perangkat – perangkat teknologi penunjang pembelajaran bagi para guru, karena faktanya para guru sudah menguasai perangkat – perangkat teknologi pembelajaran sistem daring/online, sehingga membuat para guru ikut melaksanakan himbauan Kemendikbud. Akan tetapi para guru tidak termotivasi untuk menerapkan pembelajaran sistem daring/online di masa normal. 

BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Pendidikan jarak jauh adalah pendidikan formal berbasis lembaga yang peserta didik dan instrukturnya berada di lokasi terpisah sehingga memerlukan sistem telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan keduanya dan berbagai sumber daya yang diperlukan di dalamnya. Pembelajaran daring (online) merupakan bagian dari pendidikan jarak jauh yang secara khusus menggabungkan teknologi elektronika dan teknologi berbasis internet.
Dari hasil analisis dapat ditarik kesimpulan bahwa kebanyakan para guru mendapat kemudahan dengan diadakannya sistem daring/online sebagai perangkat pembelajaran  di masa Pandemi Covid 19 ini. Meskipun dalam pelaksanaan pembelajaran sistem daring/online ini juga terdapat kesulitan – kesulitan yang dihadapi oleh para guru. Sistem daring/online selain memberikan kemudahan dalam melakukan pembelajaran juga memberikan dampak positif kepada para guru.
Kegiatan pembelajaran sistem daring/online yang ditetapkan oleh Kemendikbud sebagai pengganti pembelajaran tatap muka dan sebagai usaha memutus rantai penyebaran Virus Covid 19 ini tidak memperlihatkan kendala dalam segi penguasaan perangkat – perangkat teknologi penunjang pembelajaran bagi para guru, karena faktanya para guru sudah menguasai perangkat – perangkat teknologi pembelajaran sistem daring/online, sehingga membuat para guru ikut melaksanakan himbauan Kemendikbud. Akan tetapi para guru tidak termotivasi untuk menerapkan pembelajaran sistem daring/online di masa normal.

B.     Saran
sistem pembelajaran yang baik sebaiknya berorientasi pada keterampilan proses bukan pada nilai akhir berbasis angka semata. Pembelajaran di era milenial saat ini harus meningkatkan kreativitas peserta didik sesuau dengan perkembangan zaman. Terbukti dengan sistem pembelajaran daring yang saat ini berlangsung, banyak metode, ruang belajar dan produk pembelajaran kreatif yang merupakan hasil kolaboratif antara peserta didik dan guru sebagai pendidik.


   

LAPORAN ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL PADA TENAGA PENDIDIK TINGKAT SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BOGOR

LAPORAN ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL PADA TENAGA PENDIDIK TINGKAT SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BOGOR Ditujukan untuk memenuhi sala...