Selasa, 31 Maret 2020

ANALISIS SWOT PANDEMI CORONA (COVID 19) TERHADAP PENDIDIKAN INDONESIA



ANALISIS SWOT PANDEMI CORONA (COVID 19) TERHADAP PENDIDIKAN INDONESIA

Ditujukan untuk memenuhi tugas individu Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen yang diampu oleh Ibu Hana Lestari M.Pd sebagai dosen Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen



Oleh : Rinawati
PRODI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM SEMESTER II
FAKULTAS ILMU TABIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM SAHID BOGOR
Selasa, 31 Maret  2020


KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita semua nikmat iman dan islam, sehingga kita semua berada dijalan yang di ridhaiNya. Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-natikan syafa’atnya di akhirat nanti.

Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya, baik itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk menyelesaikan pembuatan tugas makalah mata kuliah Sistem Informasi Manajemen dengan judul “ANALISIS SWOT PANDEMI CORONA (COVID 19) TERHADAP PENDIDIKAN INDONESIA ”.

Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. Kemudian apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya kepada guru Bahasa Indonesia kami yang telah membimbing dalam menulis makalah ini.
Demikian, semoga makalah ini bermanfaat.


BAB I
PENDAHULUAN
A.  LATAR  BELAKANG
Virus corona menjadi topik terhangat sejak akhir bulan Desember 2019 hingga saat  ini. Virus ini mendadak menjadi teror mengerikan bagi masyarakat dunia, terutama setelah merenggut nyawa ratusan orang hanya dalam waktu dua pecan.

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.

Virus corona jenis baru yang tengah menyerang masyarakat dunia saat ini dalam istilah kedokteran disebut sebagai 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV). Dikutip dari Center for Disease Control and Preventioncdc.gov, virus corona merupakan jenis virus yang diidentifikasi sebagai penyebab penyakit pada saluran pernapasan, yang pertama kali terdeteksi muncul di Kota Wuhan, Tiongkok. 

Virus ini diketahui pertama kali muncul di pasar hewan dan makanan laut di Kota Wuhan. Dilaporkan kemudian bahwa banyak pasien yang menderita virus ini dan ternyata terkait dengan pasar hewan dan makanan laut tersebut. Orang pertama yang jatuh sakit akibat virus ini juga diketahui merupakan para pedagang di pasar itu.

Dikutip dari BBC, koresponden kesehatan dan sains BBC, Michelle Roberts and James Gallager mengatakan, di pasar grosir hewan dan makanan laut tersebut dijual hewan liar seperti ular, kelelawar, dan ayam. Mereka menduga virus corona baru ini hampir dapat dipastikan berasal dari ular. Diduga pula virus ini menyebar dari hewan ke manusia, dan kemudian dari manusia ke manusia. 

Wabah virus corona telah menjangkit banyak negara – negara termasuk Indonesia, sehingga mengakibatkan segala terhambatnya proses kehidupan khususnya pada aspek pendidikan di Indonesia.

B.   RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian Pandemi atau Virus Corona (covid 19) ?
2. Bagaimana proses penyebaran virus corona ?
3. Bagaimana pencegahan menularnya virus corona ?
4. Bagaimana siasat pemerintah menghadapi virus  corona terkait pendidikan di Indonesia ?
5. Bagaimana Analisis SWOT Virus Corona (Covid 19) terhadap Pendidikan di Indonesia ?

C.  TUJUAN PENULISAN
1. Menambah wawasan para pembaca mengenai virus corona
2. Mengetahui proses penyebaran virus corona
3. Memberikan informasi kepada para pembaca terkait pencegahan virus corona
4. Mengetahui strategi pemerintah menghadapi virus corona terkait pendidikan di Indonesia
5. Mengetahui kelebihan, kekurangan, peluang, serta ancaman virus corona terhadap pendidikan di Indonesia


BAB II
KAJIAN TEORI

A.  Definisi Virus/Pandemi Corona (Covid 19)

Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.

Virus corona (CoV) adalah keluarga besar virus yang yang dapat menginfeksi burung dan mamalia, termasuk manusia. Menurut World Health Organization (WHO) virus ini menyebabkan penyakit mulai dari flu ringan hingga infeksi pernapasan yang lebih parah seperti MERS-CoV DAN SARS-CoV.

Virus Corona bersifat zoonosis, artinya ia merupakan penyakit yang dapat ditularkan antara hewan dan manusia. Rabies, Malaria, merupakan contoh dari penyakit zoonosis yang ada. Begitu pula dengan MERS yang ditularkan dari unta ke manusia.

Selama 70 tahun terakhir, para ilmuwan telah menemukan bahwa virus corona dapat menginfeksi tikus, tikus, anjing, kucing, kalkun, kuda, babi, dan ternak. Terkadang, hewan-hewan ini dapat menularkan virus corona ke manusia.

Nama Corona diambil dari Bahasa Latin yang berarti mahkota, sebab bentuk virus corona memiliki paku yang menonjol menyerupai mahkota dan korona matahari. Para ilmuan pertama kali mengisolasi virus corona pada tahun 1937 yang menyebabkan penyakit bronkitis menular pada unggas.

Kemudian pada tahun 1965, dua orang peneliti Tyrrell dan Bynoe menemukan bukti virus corona pada manusia yang sedang flu biasa, melalui kultur organ trakea embrionik yang diperoleh dari saluran pernapasan orang flu tersebut.

Pada akhir 1960-an, Tyrrell memimpin sekelompok ahli virologi yang meneliti strain virus pada manusia dan hewan. Di antaranya termasuk virus infeksi bronkitis, virus hepatitis tikus dan virus gastroenteritis babi yang dapat ditularkan, yang semuanya telah ditunjukkan secara morfologis sama seperti yang terlihat melalui mikroskop elektron. Kelompok virus baru yang bernama virus corona, kemudian secara resmi diterima sebagai genus virus baru.

B.   Proses Penyebaran Virus Corona (COVID 19)

Virus corona yang pertama kali muncul dan menyebar ke manusia berasal dari kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Setelah ditelusuri, ternyata beberapa orang yang terinfeksi memiliki riwayat yang sama, yaitu mengunjungi pasar basah makanan laut dan hewan lokal di Wuhan.

Dilansir dari The New York Times, pasar kemudian ditutup dan didesinfeksi, sehingga hampir tidak mungkin untuk menyelidiki hewan mana yang mungkin merupakan asal mula yang tepat. Kelelawar dianggap sebagai sumber yang memungkinkan, karena mereka telah berevolusi untuk hidup berdampingan dengan banyak virus, dan mereka ditemukan sebagai titik awal untuk SARS.

Ada juga kemungkinan bahwa kelelawar menularkan virus ke hewan peralihan, seperti trenggiling,yang dikonsumsi sebagai makanan lezardi beberapa bagian Cina, dan mungkin kemudian menularkan virus ke manusia.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa virus ini memiliki urutan sekuens genetik yang mirip 88% dengan virus corona dari kelelawar. Hal itu menjadi dugaan sementara dari mana virus corona muncul.

C.  Pencegahan Virus Corona

Pasien COVID-19 akibat terjangkit virus Corona di Indonesia terus bertambah. Kondisi ini membuat seluruh masyarakat di Tanah Air wajib waspada. Setiap individu memiliki tanggung jawab terhadap orang lain, dengan tidak ikut menyebarkan virus Corona. 

Pemerintah Indonesia saat ini sudah melakukan upaya untuk memutus mata rantai penularan virus Corona. Imbauan itu menjaga jarak fisik (physical distancing), kerja dari rumah, belajar di rumah, hingga beribadah di rumah terus digaungkan.

Hal itu terkait sifat virus Corona yang menular antarmanusia. Penularan bisa terjadi melalui percikan. Itulah mengapa diharapkan warga menjaga jarak fisik dengan sesamanya untuk meminimalisasi risiko terkena percikan (droplet), atau menyentuh benda yang sebelumnya terkena droplet.
Dilansir dari CDC, virus Corona dapat tetap hidup di permukaan benda mati selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari. Jadi, sangat penting cara mengetahui bagaimana cara mencegah penyebaran virus Corona sebagai berikut :

1.   Jika Merasa Tak Sehat
      Masyarakat yang merasa tidak sehat dan mengalami gejala seperti demam, batuk/pilek, sakit tenggorokan, gangguan pernapasan, diimbau untuk beristirahat atau bila keluhan berlanjut, maka segera berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Yang harus dilakukan saat ke fanyankes yaitu: gunakan masker, ikuti etika batuk/bersin yang benar serta tidak menggunakan transportasi massal atau umum.

2.    Tenaga Kesehatan di Fasyankes Melakukan Screening Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19
·         Jika tidak memenuhi kriteria Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19, maka akan dirawat inap atau rawat jalan tergantung diagnosa dan keputusan dokter di fasilitas pelayanan kesehatan.
·         Jika memenuhi kriteria Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19, maka akan dirujuk ke salah satu rumah sakit rujukan yang siap untuk penanganan didampingi oleh nakes yang menggunakan alat pelindung diri (ADP).

3.   Di RS Rujukan, Spesimen PDP Diambil untuk Pemeriksaan LAB dan Pasien Berada di Ruang Isolasi
·         Spesimen akan dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di Jakarta. Hasil pemeriksaan pertama akan keluar dalam 24 jam.
·         Jika Negatif
Jika hasilnya negatif, akan dirawat sesuai dengan penyebab penyakit.
·         Jika Positif
Dinyatakan sebagai penderita COVID-19 - Sampel akan diambil setiap hari - Akan dikeluarkan dari ruang isolasi jika pemeriksaan sampel 2 kali berturut-turut hasilnya negatif.

4.    Jika Anda Sehat, Namun :
·         Memiliki riwayat perjalanan 14 hari yang lalu ke negara dengan transmisi lokal COVID-19, maka lakukan self monitoring.
·         Merasa pernah kontak dengan kasus konfirmasi COVID-19, maka segera lapor ke petugas kesehatan dan periksa ke fasyankes. Untuk informasi lebih lanjut hubungi Hotline Center Corona 199 ext 9.

5.   Kemenkes RI juga mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan, sebagai berikut:
·         Sering cuci tangan pakai sabun
·         Gunakan masker bila batuk atau pilek
·         Konsumsi gizi seimbang, perbanyak sayur dan buah
·         Hati-hati kontak dengan hewan
·         Rajin olahraga dan istirahat cukup - Jangan konsumsi daging yang tidak dimasak
·         Bila batuk, pilek dan sesak napas segera ke fasilitas kesehatan.



D.  Siasat Pemerintah Menghadapi Virus  Corona Terkait Pendidikan Di Indonesia

Indonesia adalah salah satu negara yang terjangkit Virus Corona. Virus Corona menjangkit warga Indonesia hingga mentri bahkan pemimpin – pemimpin daerah di berbagai daerah Indonesia.
Angka kasus terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) di Indonesia bertambah 129 pasien, pada Senin, 30 Maret 2020. Penambahan itu membuat jumlah total kasus Covid-19 di Indonesia semakin mendekati angka 1500 orang.

Dilansir dari South China Morning Post (SCMP), salah satu upaya untuk mengetahui dan mencegah penyebaran virus corona yakni dengan pemeriksaan suhu yang dilengkapi dengan termometer inframerah genggam atau dikenal dengan "termometer tembak". Adapun termometer ini digunakan oleh petugas untuk memeriksa orang-orang tanpa harus melakukan kontak langsung. Indonesia adalah termasuk negara yang telah menggunakan thermometer tembak ini.  

Dampak pandemi corona kini mulai merambah dunia pendidikan, pemerintah pusat hingga daerah memberikan kebijakan untuk meliburkan seluruh lembaga pendidikan. Hal ini dilakukan sebagai upaya mencegah meluasnya penularan virus corona.
Diharapakan dengan seluruh lembaga pendidikan tidak melaksanakan aktivitas seperti biasanya, hal ini dapat meminimalisir menyebarnya penyakit covid 19 ini. Hal serupa juga sudah dilakukan oleh berbagai negara yang terpapar penyakit covid 19 ini, kebijakan lockdown atau karantina dilakukan sebagai upaya mengurangi interaksi banyak orang yang dapat memberi akses pada penyebaran virus corona.

Penyebaran virus corona ini pada awalnya sangat berdampak pada dunia ekonomi yang mulai lesu, tetapi kini dampaknya dirasakan juga oleh dunia pendidikan. Kebijakan yang diambil oleh banyak negara termasuk Indonesia dengan meliburkan seluruh aktivitas pendidikan, membuat pemerintah dan lembaga terkait harus menghadirkan alternatif proses pendidikan bagi peserta didik maupun mahasiswa yang tidak bisa melaksanakan proses pendidikan pada lembaga pendidikan.

Direktur Jenderal UNESCO Audrey Azoulay dalam sebuah pernyataan menegaskan, UNESCO bersama setiap negara-negara bekerja sama untuk memastikan kesinambungan pembelajaran bagi semua, terutama anak-anak dan remaja yang kurang beruntung yang cenderung paling terpukul oleh penutupan sekolah.

Kebijakan menutup sekolah di negara-negara tersebut, berdampak pada hampir 421,4 juta anak-anak dan remaja di dunia. Negara yang terkena dampak Covid-19 menempatkan respons nasional dalam bentuk platform pembelajaran dan perangkat lain seperti pembelajaran jarak jauh.

Saat ini di Indonesia, beberapa kampus mulai menerapkan kebijakan kegiatan belajar mengajar dari jarak jauh atau kuliah online.
Hal ini sebenarnya tidak masalah bagi perguruan tinggi yang sudah memiliki system akademik berbasis daring. Namun akan jadi masalah bagi perguruan tinggi yang belum memiliki system akademik berbasis daring ini.

Kemendikbud saat ini berdasarkan keterangan secara resminya, siap dengan semua skenario termasuk penerapan bekerja bersama-sama untuk mendorong pembelajaran secara daring (dalam jaringan) untuk para siswa.

Hal ini sebagai upaya agar siswa tetap belajar di rumah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan sejumlah dukungan untuk mempelancar proses tersebut. Kemendikbud sendiri mengembangkan aplikasi pembelajaran jarak jauh berbasis portal dan android Rumah Belajar. Portal Rumah Belajar dapat diakses di belajar.kemdikbud.go.id.

Beberapa fitur unggulan yang dapat diakses oleh peserta didik dan guru di antaranya Sumber Belajar, Kelas Digital, Laboratorium Maya, dan Bank Soal. Rumah Belajar dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) sederajat.

Saat ini berdasarkan informasi bahwa Kemendikbud turut menggandeng tujuh platform belajar online yakni Kelas Pintar, Sekolahmu, Zenius, Quipper, Google Indonesia dan Microsoft. Setiap platform akan memberikan fasilitas yang dapat diakses secara umum dan gratis.

Beberapa platform belajar online yang bisa diakses oleh peserta didik dan guru untuk menambah sumber pembelajaran diantaranya Kelas Pintar, Sekolahmu, Zenius, Quipper, Google Indonesia dan Microsoft.
Pandemi corona ini memang sebuah ujian yang berat bagi seluruh bangsa, menguji kemampuan semua bangsa untuk dapat mengambil hikmah dengan terus berupaya dan berikhtiar mencari solusi pada setiap masalah yang ada.

Sebagai bangsa yang besar, Indonesia harus mampu melalui segala masalah yang ada. Hal ini dibuktikan dengan Indonesia siap dengan segala kemungkinan, dengan lahirnya teknologi-teknologi karya anak bangsa untuk memberikan layanan pendidikan secara daring.

BAB III
Analisis SWOT Pandemi Corona terhadap Pendidikan di Indonesia

1.     Strength (Kelebihan)


 Adanya Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) dengan sistem pembelajaran jarak jauh (daring) atau sistem online:
·        Menjadikan para siswa dan mahasiswa lebih efisien dalam penggunaan internet
·        Para siswa dan mahasiswa mendapat wawasan yang lebih luas lagi.
·        Para siswa dan mahasiswa tidak gaptek (gagap teknologi), karena mereka disediakan aplikasi penunjang belajar online seperti google classroom, edmodo, Kelas Pintar, Sekolahmu, Zenius, Quipper, Google Indonesia dan Microsoft yang dapat diakses secara umum gratis. Karena ada kuota khusus yang diberikan pemerintah bagi para pengguna aplikasi penunjang belajar online.
·        Meningkatkan minat baca para siswa dan mahasiswa, karena mereka akan lebih banyak mencari panduan melalui internet atas tugas yang diberikan.
·        Tanya jawab dalam pembelajaran/perkuliahan bersifat fleksibel karena bisa ditanyakan lewat chatingan baik itu kepadaguru/ dosen atau teman sekelas.
·        Para siswa/mahasiswa dan guru/dosen dapat melakukan KBM kapan pun dan di mana pun sesuai keinginan.
·        Mahasiswa bisa melihat kembali materi yang diajarkan karena materi biasanya berupa modul yang dapat didownload dan tersimpan dalam PC atau komputer bahkan bisa tersimpan dalam smartphone
·        Menghemat biaya transportasi ke sekolah atau ke kampus
·        Mengurangi kemacetan, dan polusi di jalanan, karena para siswa/mahasiswa khususnya tidak berpergian ke sekolah atau ke kampus 
·        Bagi siswa sd/smp yang jalur pembelajarannya  melalui media sosial (whatsapp) orang tuanya, hal ini membuat para orang tua lebih bijak menggunakan smartphonenya untuk pendidikan anaknya, selain itu orang tua menjadi ikut berperan aktif terhadap pendidikan atau kegiatan belajar anaknya.  

2.   Weakness (kekurangan)

Adanya Sistem pembelajaran jarak jauh :
·        Sangat bergantung pada internet dan kuota, bila jaringan lambat atau susah sinyal dan kuota habis pada saat pembelajaran sedang dilakukan,  maka proses pembelajaran akan tertinggal, terlebih jika sudah mencakup ujian kuliah.
·        Sangat bergantung pada sikap displin para siswa ataupun mahasiswa, jika kurang disiplin maka akan tertinggal pula dalam pembelajaran.
·        Menyita konsentrasi, menjalankan komunikasi dalam jaringan tidak pada tempat dan waktu yang tepat bisa mengabaikan atau menunda suatu hal yang lain.
·        Karena metode laporan pembelajaran sistem daring sejauh ini dalam bentuk foto, jadi guru kesulitan untuk menilai proses yang dilakukan anak karena tidak dilakukan pengawasan secara langsung.
·        Beban tugas siswa/mahasiswa menjadi terlalu berat.

3.   Opportunity (Peluang)

·        Melahirkan lulusan siswa/mahasiswa yang mampu beradaptasi di era globalisasi yang serba digital ini, sehingga mereka mampu bersaing dalam segala aspek kehidupan yang dituntut untuk cakap berteknologi.
·        Para siswa/mahasiswa mendapat wawasan yang lebih luas lagi jika mereka bijak menggunakan internet untuk mencari materi pembelajaran.

4.   Treath (Ancaman)

·        Jika pembelajaran jarak jauh (daring) atau sistem online terlalu lama diberlakukan di Indonesia, dikhawatirkan para siswa/mahasiswa malas belajar ke sekolah lagi.
·        Hilangnya rasa kepedulian siswa/mahasiswa antar sesama.
·        Terganggunya kesehatan mata para siswa/mahasiswa karena terlalu berlebih dalam penggunaan smartphone yang menimbulkan radiasi bagi mata
·        Terlalu banyak menggunakan smartphone sebagai buku penunjang pembelajaran akan menimbulkan kurangnya minat baca melalui buku cetakan kertas.

·        Para siswa/mahasiswa berakibat kecanduan terhadap pemakaian gadget.

BAB IV
PENUTUP
A.   Kesimpulan
Dengan adanya wabah virus corona di dunia ini khususnya di Indonesia, pemerintah membuat kebijakan sosial distancing dan mengganti sistem pembelajaran dengan sistem daring. Hal ini memberikan dampak positif dan negative bagi warga Indonesia khususnya para siswa/mahasiswa.

B.    Saran
Dengan merebaknya wabah virus corona di Indonesia ini, hendaknya kita menjaga kesehatan dengan mengatur pola hidup kita dengan pola hidup sehat dan tetap ikuti intruksi pemerintah mengenai pencegahan menularnya virus corona.



LAPORAN ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL PADA TENAGA PENDIDIK TINGKAT SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BOGOR

LAPORAN ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL PADA TENAGA PENDIDIK TINGKAT SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BOGOR Ditujukan untuk memenuhi sala...