ANALISIS SWOT PANDEMI
CORONA (COVID 19) TERHADAP PENDIDIKAN INDONESIA
Ditujukan untuk memenuhi tugas individu Mata Kuliah Sistem
Informasi Manajemen yang diampu oleh Ibu Hana Lestari M.Pd sebagai dosen Mata
Kuliah Sistem Informasi Manajemen
Oleh : Rinawati
PRODI MANAJEMEN
PENDIDIKAN ISLAM SEMESTER II
FAKULTAS ILMU TABIYAH
DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM
SAHID BOGOR
Selasa, 31 Maret 2020
KATA
PENGANTAR
Segala
puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita semua nikmat iman dan islam,
sehingga kita semua berada dijalan yang di ridhaiNya. Shalawat serta salam
semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW
yang kita nanti-natikan syafa’atnya di akhirat nanti.
Penulis mengucapkan syukur kepada
Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya, baik itu berupa sehat fisik maupun
akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk menyelesaikan pembuatan tugas
makalah mata kuliah Sistem Informasi Manajemen dengan judul “ANALISIS SWOT PANDEMI CORONA (COVID 19) TERHADAP PENDIDIKAN
INDONESIA ”.
Penulis
tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih
banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis
mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah
ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. Kemudian apabila
terdapat banyak kesalahan pada makalah ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Penulis
juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya kepada guru Bahasa
Indonesia kami yang telah membimbing dalam menulis makalah ini.
Demikian, semoga makalah ini
bermanfaat.
BAB
I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Virus corona menjadi
topik terhangat sejak akhir bulan Desember 2019 hingga saat ini. Virus ini mendadak menjadi teror
mengerikan bagi masyarakat dunia, terutama setelah merenggut nyawa ratusan
orang hanya dalam waktu dua pecan.
Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah
virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini
disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan
pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.
Virus corona jenis baru
yang tengah menyerang masyarakat dunia saat ini dalam istilah kedokteran
disebut sebagai 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV). Dikutip dari Center for Disease Control and Prevention, cdc.gov, virus corona merupakan jenis virus yang
diidentifikasi sebagai penyebab penyakit pada saluran pernapasan, yang pertama
kali terdeteksi muncul di Kota Wuhan, Tiongkok.
Virus ini diketahui
pertama kali muncul di pasar hewan dan makanan laut di Kota Wuhan. Dilaporkan
kemudian bahwa banyak pasien yang menderita virus ini dan ternyata terkait
dengan pasar hewan dan makanan laut tersebut. Orang pertama yang jatuh sakit
akibat virus ini juga diketahui merupakan para pedagang di pasar itu.
Dikutip dari BBC, koresponden kesehatan dan sains BBC, Michelle Roberts and James Gallager
mengatakan, di pasar grosir hewan dan makanan laut tersebut dijual hewan liar
seperti ular, kelelawar, dan ayam. Mereka menduga virus corona baru ini hampir
dapat dipastikan berasal dari ular. Diduga pula virus ini menyebar dari hewan
ke manusia, dan kemudian dari manusia ke manusia.
Wabah virus corona telah
menjangkit banyak negara – negara termasuk Indonesia, sehingga mengakibatkan
segala terhambatnya proses kehidupan khususnya pada aspek pendidikan di
Indonesia.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa
pengertian Pandemi atau Virus Corona (covid 19) ?
2. Bagaimana
proses penyebaran virus corona ?
3. Bagaimana
pencegahan menularnya virus corona ?
4. Bagaimana
siasat pemerintah menghadapi virus corona
terkait pendidikan di Indonesia ?
5. Bagaimana
Analisis SWOT Virus Corona (Covid 19) terhadap Pendidikan di Indonesia ?
C. TUJUAN PENULISAN
1. Menambah
wawasan para pembaca mengenai virus corona
2. Mengetahui
proses penyebaran virus corona
3. Memberikan
informasi kepada para pembaca terkait pencegahan virus corona
4. Mengetahui
strategi pemerintah menghadapi virus corona terkait pendidikan di Indonesia
5. Mengetahui
kelebihan, kekurangan, peluang, serta ancaman virus corona terhadap pendidikan
di Indonesia
BAB
II
KAJIAN
TEORI
A. Definisi Virus/Pandemi Corona (Covid 19)
Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah
virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini
disebut COVID-19. Virus Corona bisa menyebabkan gangguan
pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian.
Virus corona (CoV) adalah keluarga
besar virus yang yang dapat menginfeksi burung dan mamalia, termasuk manusia.
Menurut World Health Organization (WHO) virus ini menyebabkan penyakit mulai
dari flu ringan hingga infeksi pernapasan yang lebih parah seperti MERS-CoV DAN
SARS-CoV.
Virus Corona bersifat zoonosis,
artinya ia merupakan penyakit yang dapat ditularkan antara hewan dan manusia.
Rabies, Malaria, merupakan contoh dari penyakit zoonosis yang ada. Begitu pula
dengan MERS yang ditularkan dari unta ke manusia.
Selama 70 tahun terakhir, para
ilmuwan telah menemukan bahwa virus corona dapat menginfeksi tikus, tikus,
anjing, kucing, kalkun, kuda, babi, dan ternak. Terkadang, hewan-hewan ini
dapat menularkan virus corona ke manusia.
Nama Corona diambil dari Bahasa
Latin yang berarti mahkota, sebab bentuk virus corona memiliki paku yang
menonjol menyerupai mahkota dan korona matahari. Para ilmuan pertama kali
mengisolasi virus corona pada tahun 1937 yang menyebabkan penyakit bronkitis
menular pada unggas.
Kemudian pada tahun 1965, dua orang
peneliti Tyrrell dan Bynoe menemukan bukti virus corona pada manusia yang
sedang flu biasa, melalui kultur organ trakea embrionik yang diperoleh dari
saluran pernapasan orang flu tersebut.
Pada akhir 1960-an, Tyrrell memimpin
sekelompok ahli virologi yang meneliti strain virus pada manusia dan hewan. Di
antaranya termasuk virus infeksi bronkitis, virus hepatitis tikus dan virus
gastroenteritis babi yang dapat ditularkan, yang semuanya telah ditunjukkan
secara morfologis sama seperti yang terlihat melalui mikroskop elektron.
Kelompok virus baru yang bernama virus corona, kemudian secara resmi diterima
sebagai genus virus baru.
B.
Proses Penyebaran
Virus Corona (COVID 19)
Virus corona yang pertama kali
muncul dan menyebar ke manusia berasal dari kota Wuhan, China pada akhir
Desember 2019. Setelah ditelusuri, ternyata beberapa orang yang terinfeksi
memiliki riwayat yang sama, yaitu mengunjungi pasar basah makanan laut dan
hewan lokal di Wuhan.
Dilansir dari The New York Times,
pasar kemudian ditutup dan didesinfeksi, sehingga hampir tidak mungkin untuk
menyelidiki hewan mana yang mungkin merupakan asal mula yang tepat. Kelelawar
dianggap sebagai sumber yang memungkinkan, karena mereka telah berevolusi untuk
hidup berdampingan dengan banyak virus, dan mereka ditemukan sebagai titik awal
untuk SARS.
Ada juga kemungkinan bahwa kelelawar
menularkan virus ke hewan peralihan, seperti trenggiling,yang dikonsumsi
sebagai makanan lezardi beberapa bagian Cina, dan mungkin kemudian menularkan
virus ke manusia.
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa
virus ini memiliki urutan sekuens genetik yang mirip 88% dengan virus corona
dari kelelawar. Hal itu menjadi dugaan sementara dari mana virus corona muncul.
C.
Pencegahan Virus Corona
Pasien COVID-19
akibat terjangkit virus Corona di Indonesia terus bertambah.
Kondisi ini membuat seluruh masyarakat di Tanah Air wajib waspada. Setiap
individu memiliki tanggung jawab terhadap orang lain, dengan tidak ikut
menyebarkan virus Corona.
Pemerintah
Indonesia saat ini sudah melakukan upaya untuk memutus mata rantai penularan
virus Corona. Imbauan itu menjaga jarak fisik (physical distancing), kerja dari
rumah, belajar di rumah, hingga beribadah di rumah terus digaungkan.
Hal itu terkait
sifat virus Corona yang
menular antarmanusia. Penularan bisa terjadi melalui percikan. Itulah mengapa
diharapkan warga menjaga jarak fisik dengan sesamanya untuk meminimalisasi
risiko terkena percikan (droplet), atau menyentuh benda yang sebelumnya terkena
droplet.
Dilansir dari CDC, virus Corona dapat tetap
hidup di permukaan benda mati selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari. Jadi,
sangat penting cara mengetahui bagaimana cara mencegah penyebaran virus Corona
sebagai berikut :
1. Jika Merasa Tak Sehat
Masyarakat yang merasa tidak sehat dan mengalami gejala seperti demam,
batuk/pilek, sakit tenggorokan, gangguan pernapasan, diimbau untuk beristirahat
atau bila keluhan berlanjut, maka segera berobat ke fasilitas pelayanan
kesehatan (fasyankes). Yang harus dilakukan saat ke fanyankes yaitu: gunakan
masker, ikuti etika batuk/bersin yang benar serta tidak menggunakan
transportasi massal atau umum.
2. Tenaga Kesehatan di Fasyankes Melakukan Screening Pasien
Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19
·
Jika tidak memenuhi kriteria Pasien Dalam Pengawasan (PDP)
COVID-19, maka akan dirawat inap atau rawat jalan tergantung diagnosa dan
keputusan dokter di fasilitas pelayanan kesehatan.
·
Jika memenuhi
kriteria Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19, maka akan dirujuk ke salah
satu rumah sakit rujukan yang siap untuk penanganan didampingi oleh nakes yang
menggunakan alat pelindung diri (ADP).
3. Di RS Rujukan, Spesimen PDP Diambil untuk Pemeriksaan LAB
dan Pasien Berada di Ruang Isolasi
·
Spesimen akan
dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) di
Jakarta. Hasil pemeriksaan pertama akan keluar dalam 24 jam.
·
Jika Negatif
Jika hasilnya negatif, akan dirawat sesuai dengan
penyebab penyakit.
·
Jika Positif
Dinyatakan
sebagai penderita COVID-19 - Sampel akan diambil setiap hari - Akan dikeluarkan
dari ruang isolasi jika pemeriksaan sampel 2 kali berturut-turut hasilnya
negatif.
4. Jika Anda Sehat, Namun :
·
Memiliki riwayat
perjalanan 14 hari yang lalu ke negara dengan transmisi lokal COVID-19, maka
lakukan self monitoring.
·
Merasa pernah kontak
dengan kasus konfirmasi COVID-19, maka segera lapor ke petugas kesehatan dan
periksa ke fasyankes. Untuk informasi lebih lanjut hubungi Hotline Center
Corona 199 ext 9.
5. Kemenkes RI juga mengimbau masyarakat untuk melakukan
langkah pencegahan, sebagai berikut:
·
Sering cuci tangan
pakai sabun
·
Gunakan masker bila
batuk atau pilek
·
Konsumsi gizi
seimbang, perbanyak sayur dan buah
·
Hati-hati kontak
dengan hewan
·
Rajin olahraga dan
istirahat cukup - Jangan konsumsi daging yang tidak dimasak
·
Bila batuk, pilek
dan sesak napas segera ke fasilitas kesehatan.
D.
Siasat Pemerintah
Menghadapi Virus Corona Terkait
Pendidikan Di Indonesia
Indonesia
adalah salah satu negara yang terjangkit Virus Corona. Virus Corona menjangkit
warga Indonesia hingga mentri bahkan pemimpin – pemimpin daerah di berbagai
daerah Indonesia.
Angka kasus
terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) di Indonesia bertambah 129
pasien, pada Senin, 30 Maret 2020. Penambahan itu membuat jumlah total kasus
Covid-19 di Indonesia semakin mendekati angka 1500 orang.
Dilansir dari South China
Morning Post (SCMP), salah satu upaya untuk mengetahui dan mencegah penyebaran
virus corona yakni dengan pemeriksaan suhu yang dilengkapi dengan termometer
inframerah genggam atau dikenal dengan "termometer tembak". Adapun
termometer ini digunakan oleh petugas untuk memeriksa orang-orang tanpa harus
melakukan kontak langsung. Indonesia adalah termasuk negara yang telah
menggunakan thermometer tembak ini.
Dampak pandemi corona kini mulai merambah dunia pendidikan, pemerintah pusat hingga daerah memberikan kebijakan untuk meliburkan seluruh lembaga pendidikan. Hal ini dilakukan sebagai upaya mencegah meluasnya penularan virus corona.
Diharapakan dengan
seluruh lembaga pendidikan tidak melaksanakan aktivitas seperti biasanya, hal
ini dapat meminimalisir menyebarnya penyakit covid 19 ini. Hal serupa juga
sudah dilakukan oleh berbagai negara yang terpapar penyakit covid 19 ini,
kebijakan lockdown atau karantina dilakukan sebagai upaya mengurangi interaksi
banyak orang yang dapat memberi akses pada penyebaran virus corona.
Penyebaran virus corona
ini pada awalnya sangat berdampak pada dunia ekonomi yang mulai lesu, tetapi
kini dampaknya dirasakan juga oleh dunia pendidikan. Kebijakan yang diambil
oleh banyak negara termasuk Indonesia dengan meliburkan seluruh aktivitas
pendidikan, membuat pemerintah dan lembaga terkait harus menghadirkan alternatif
proses pendidikan bagi peserta didik maupun mahasiswa yang tidak bisa
melaksanakan proses pendidikan pada lembaga pendidikan.
Direktur Jenderal UNESCO
Audrey Azoulay dalam sebuah pernyataan menegaskan, UNESCO bersama setiap
negara-negara bekerja sama untuk memastikan kesinambungan pembelajaran bagi
semua, terutama anak-anak dan remaja yang kurang beruntung yang cenderung
paling terpukul oleh penutupan sekolah.
Kebijakan menutup
sekolah di negara-negara tersebut, berdampak pada hampir 421,4 juta anak-anak
dan remaja di dunia. Negara yang terkena dampak Covid-19 menempatkan respons
nasional dalam bentuk platform pembelajaran dan perangkat lain seperti
pembelajaran jarak jauh.
Saat ini di Indonesia,
beberapa kampus mulai menerapkan kebijakan kegiatan belajar mengajar dari jarak
jauh atau kuliah online.
Hal ini sebenarnya tidak
masalah bagi perguruan tinggi yang sudah memiliki system akademik berbasis
daring. Namun akan jadi masalah bagi perguruan tinggi yang belum memiliki
system akademik berbasis daring ini.
Kemendikbud saat ini
berdasarkan keterangan secara resminya, siap dengan semua skenario termasuk
penerapan bekerja bersama-sama untuk mendorong pembelajaran secara daring
(dalam jaringan) untuk para siswa.
Hal ini sebagai upaya
agar siswa tetap belajar di rumah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Kemendikbud) menyiapkan sejumlah dukungan untuk mempelancar proses tersebut.
Kemendikbud sendiri mengembangkan aplikasi pembelajaran jarak jauh berbasis
portal dan android Rumah Belajar. Portal Rumah Belajar dapat diakses di
belajar.kemdikbud.go.id.
Beberapa fitur unggulan
yang dapat diakses oleh peserta didik dan guru di antaranya Sumber Belajar,
Kelas Digital, Laboratorium Maya, dan Bank Soal. Rumah Belajar dapat
dimanfaatkan oleh siswa dan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah
Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan
(SMA/SMK) sederajat.
Saat ini berdasarkan
informasi bahwa Kemendikbud turut menggandeng tujuh platform belajar online
yakni Kelas Pintar, Sekolahmu, Zenius, Quipper, Google Indonesia dan Microsoft.
Setiap platform akan memberikan fasilitas yang dapat diakses secara umum dan
gratis.
Beberapa platform
belajar online yang bisa diakses oleh peserta didik dan guru untuk menambah
sumber pembelajaran diantaranya Kelas Pintar, Sekolahmu, Zenius, Quipper,
Google Indonesia dan Microsoft.
Pandemi corona ini
memang sebuah ujian yang berat bagi seluruh bangsa, menguji kemampuan semua
bangsa untuk dapat mengambil hikmah dengan terus berupaya dan berikhtiar
mencari solusi pada setiap masalah yang ada.
Sebagai bangsa yang
besar, Indonesia harus mampu melalui segala masalah yang ada. Hal ini
dibuktikan dengan Indonesia siap dengan segala kemungkinan, dengan lahirnya
teknologi-teknologi karya anak bangsa untuk memberikan layanan pendidikan
secara daring.
BAB III
Analisis SWOT Pandemi Corona terhadap Pendidikan di
Indonesia
1. Strength (Kelebihan)
Adanya Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) dengan sistem pembelajaran jarak jauh (daring) atau sistem online:
·
Menjadikan
para siswa dan mahasiswa lebih efisien dalam penggunaan internet
·
Para
siswa dan mahasiswa mendapat wawasan yang lebih luas lagi.
·
Para
siswa dan mahasiswa tidak gaptek (gagap teknologi), karena mereka disediakan
aplikasi penunjang belajar online seperti google classroom, edmodo, Kelas
Pintar, Sekolahmu, Zenius, Quipper, Google Indonesia dan Microsoft yang dapat
diakses secara umum gratis. Karena ada kuota khusus yang diberikan pemerintah
bagi para pengguna aplikasi penunjang belajar online.
·
Meningkatkan
minat baca para siswa dan mahasiswa, karena mereka akan lebih banyak mencari
panduan melalui internet atas tugas yang diberikan.
·
Tanya jawab dalam pembelajaran/perkuliahan bersifat fleksibel
karena bisa ditanyakan lewat chatingan baik itu kepadaguru/ dosen atau teman
sekelas.
·
Para
siswa/mahasiswa dan guru/dosen dapat melakukan KBM kapan pun dan di mana pun
sesuai keinginan.
·
Mahasiswa bisa melihat kembali materi yang diajarkan karena
materi biasanya berupa modul yang dapat didownload dan tersimpan dalam PC atau
komputer bahkan bisa tersimpan dalam smartphone
·
Menghemat
biaya transportasi ke sekolah atau ke kampus
·
Mengurangi
kemacetan, dan polusi di jalanan, karena para siswa/mahasiswa khususnya tidak
berpergian ke sekolah atau ke kampus
·
Bagi
siswa sd/smp yang jalur pembelajarannya melalui media sosial
(whatsapp) orang tuanya, hal ini membuat para orang tua lebih bijak menggunakan
smartphonenya untuk pendidikan anaknya, selain itu orang tua menjadi ikut
berperan aktif terhadap pendidikan atau kegiatan belajar anaknya.
2. Weakness (kekurangan)
Adanya Sistem pembelajaran jarak jauh :
·
Sangat
bergantung pada internet dan kuota, bila jaringan lambat atau susah sinyal dan
kuota habis pada saat pembelajaran sedang dilakukan, maka proses
pembelajaran akan tertinggal, terlebih jika sudah mencakup ujian kuliah.
·
Sangat
bergantung pada sikap displin para siswa ataupun mahasiswa, jika kurang
disiplin maka akan tertinggal pula dalam pembelajaran.
·
Menyita konsentrasi, menjalankan komunikasi dalam jaringan
tidak pada tempat dan waktu yang tepat bisa mengabaikan atau menunda suatu hal
yang lain.
·
Karena
metode laporan pembelajaran sistem daring sejauh ini dalam bentuk foto, jadi
guru kesulitan untuk menilai proses yang dilakukan anak karena tidak dilakukan
pengawasan secara langsung.
·
Beban
tugas siswa/mahasiswa menjadi terlalu berat.
3. Opportunity
(Peluang)
·
Melahirkan
lulusan siswa/mahasiswa yang mampu beradaptasi di era globalisasi yang serba
digital ini, sehingga mereka mampu bersaing dalam segala aspek kehidupan yang
dituntut untuk cakap berteknologi.
·
Para
siswa/mahasiswa mendapat wawasan yang lebih luas lagi jika mereka bijak
menggunakan internet untuk mencari materi pembelajaran.
4. Treath
(Ancaman)
·
Jika
pembelajaran jarak jauh (daring) atau sistem online terlalu lama diberlakukan
di Indonesia, dikhawatirkan para siswa/mahasiswa malas belajar ke sekolah lagi.
·
Hilangnya
rasa kepedulian siswa/mahasiswa antar sesama.
·
Terganggunya
kesehatan mata para siswa/mahasiswa karena terlalu berlebih dalam penggunaan
smartphone yang menimbulkan radiasi bagi mata
·
Terlalu
banyak menggunakan smartphone sebagai buku penunjang pembelajaran akan
menimbulkan kurangnya minat baca melalui buku cetakan kertas.
·
Para
siswa/mahasiswa berakibat kecanduan terhadap pemakaian gadget.
BAB IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dengan adanya
wabah virus corona di dunia ini khususnya di Indonesia, pemerintah membuat
kebijakan sosial distancing dan mengganti sistem pembelajaran dengan sistem
daring. Hal ini memberikan dampak positif dan negative bagi warga Indonesia
khususnya para siswa/mahasiswa.
B. Saran
Dengan
merebaknya wabah virus corona di Indonesia ini, hendaknya kita menjaga
kesehatan dengan mengatur pola hidup kita dengan pola hidup sehat dan tetap
ikuti intruksi pemerintah mengenai pencegahan menularnya virus corona.
DAFTAR PUSTAKA (sumber makalah)








