Jumat, 03 April 2020

ANALISIS SWOT SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA PENDIDIKAN FORMAL DAN INFORMAL


ANALISIS SWOT SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
 PADA PENDIDIKAN FORMAL DAN INFORMAL

Ditujukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen
Dosen Pengampu : Hana Lestari, M.Pd


Nama                     : Rinawati
NIM                      : 1920.04.007
Semester                : II


PRODI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM SAHID BOGOR
2020


KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita semua nikmat iman dan islam, sehingga kita semua berada dijalan yang di ridhaiNya. Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-natikan syafa’atnya di akhirat nanti.

Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat sehat-Nya, baik itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran, sehingga penulis mampu untuk menyelesaikan pembuatan tugas makalah mata kuliah Sistem Informasi Manajemen dengan judul “ANALISIS SWOT SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA PENDIDIKAN FORMAL DAN INFORMAL”.

Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. Kemudian apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya kepada guru Bahasa Indonesia kami yang telah membimbing dalam menulis makalah ini.
Demikian, semoga makalah ini bermanfaat.









BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai pendidikan nasional (menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003).
Pelaksanaan pendidikan di Indonesia dikenal dengan sistem pendidikan nasional yang di laksanakan melalui tiga jalur pendidikan,yaitu: pendidika formal, pendidikan nonformal dan pendidikan informal. Jalur pendidikan yang pertama, yakni pendidikan formal merupakan sistem pendidikan persekolahan. Pendidikan formal terdiri atas tiga jenjang yakni pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Ketigapendidikan ini masing-masing mempunyai ciri-ciri tersendiri yang dapat membedakannya satu sama lain. Pada umumnya pendidikan formal mempunyai ketentuan yang lebih ketat dari pada pendidikan nonformal. Sementara itu, pendidikan informal di kenal sebagai pendidikan yang terjadi akibat dari fungsi keluarga, media massa, acara keagamaan, partisipasi dalam organisasi, dan lain-lain.

B.     Rumusan Masalah

1.      Apakah Pengertian Sistem Informasi Manajemen ?

2.      Apa pengertian Pendidikan ?

3.      Apakah pengertian, ciri – ciri, tujuan dan fungsi  Pendidikan Formal ?

4.      Apakah pengertian, ciri – ciri, tujuan dan fungsi  Pendidikan Informal ?

5.      Apakah Pengertian Analisis SWOT ?

6.      Bagaimanakah Analisis SWOT Sistem Informasi Manajemen Pada Pendidikan Formal dan Informal ?


C.    Tujuan Penulisan

1.      Mengetahui Pengertian Sistem Informasi Manajemen

2.   Mengetahu pengertian, ciri – ciri, tujuan dan fungsi  Pendidikan Formal serta Pendidikan Informal

3.   Mengetahui Pengertian analisis SWOT dan Analisis SWOT Sistem Informasi Manajemen Pada Pendidikan Formal dan Informal

BAB II
KAJIAN TEORI

A.    Pengertian Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen adalah seperangkat prosedur gabungan yang mengumpulkan dan menghasilkan data yang andal, relevan, dan terorganisir dengan baik yang mendukung proses pengambilan keputusan suatu organisasi. Singkatnya, ini adalah sekelompok proses di mana data diperoleh, dianalisa, dan ditampilkan dengan cara yang berguna untuk tujuan pengambilan keputusan.
Sistem ini adalah alat yang sangat berguna untuk tujuan meninjau dan mengendalikan operasi perusahaan. Tujuan utama dari sistem ini adalah untuk mengatur semua data yang dikumpulkan dari setiap tingkat perusahaan, meringkasnya, dan menyajikannya dengan cara yang memfasilitasi dan meningkatkan kualitas keputusan yang diambil untuk meningkatkan profitabilitas dan produktivitas perusahaan.
Sistem ini biasanya berbasis komputer termasuk lembar excel sederhana atau platform yang lebih kompleks. Informasi yang dikumpulkan dan dianaliasa dalam sistem biasanya berasal dari sumber internal dan eksternal.


B.     Pengertian Pendidikan
1.    Secara etimologi
Arti pendidikan berasal dari bahasa inggris yaitu Education, dimana dari bahasa latinnya yaitu Eductum. Dengan artian kata “E”  yaitu sebuah proses perkembangan dari dalam keluar kemudian kata “Duco” dengan artian yang sedang berkembang.
Jadi Pendidikan adalah proses kemampuan serta keahlian diri yang terus berkembang terus menerus secara individual. Hal ini dapat diambil kesimpulan bahwa pengetahuan akan terus selalu ada dan tidak akan pernah hilang, seperti yang dijelaskan dalam arti pendidikan.

2.      Secara Terminologi
Menurut kamus besar bahasa indonesia pengertian pendidikan adalah sebuah proses ataupun tahapan dalam pengubahan sikap serta etika maupun tata laku seseorang atau kelompok dalam orang dalam meningkatkan pola pikir manusia melalui pengajaran dan pelatihan serta perbuatan yang mendidik.
Hal ini berkaitan dengan tujuan bahwa arti pendidikan bukan hanya sebagai proses ataupun sistem transfer knowledge saja akan tetapi sebagai proses pengubahan etika, norma ataupun akhlak dari setiap peserta didik.

3.      Menurut para ahli
a.      Ki Hajar Dewantara
Definisi pendidikan menurut ki hajar dewantara adalah proses penunjang kekuatan kodrat sebagai manusia yang memiliki akal, dalam menguasai pengetahuan pada peserta didik. Dengan tujuan manusia dapat meninggikan derajatnya melalui pendidikan yang setinggi-tingginya.
b.      Martinus J Marimba
Mengemukakan pengertian pendidikan sebagai sarana membantu atau menolong setiap orang agar dapat melaksanakan hidupnya dengan baik. Selain itu juga dapat menentukan tujuan hidup sesuai yang dibutuhkan dan menjadi pribadi yang mandiri. Salah satu upaya mendidik serta mambantu meningkatkan taraf berpikir menuju kedewasaan.
c.       Thompson
Pengertian pendidikan yang dikemukakan oleh G. Thompson yaitu sebagai pengaruh kuat terjadinya perubahan pada setiap jati diri manusia. Kemudian yang menghasilkan pemikiran-pemikiran serta penelaran setiap manus yang berbeda. Dengan hal itulah pendidikan dapat berjalan dan ilmu pengetahuan dapat berkembang dan meluas.
d.      Jhon Dewey

Pengertian pendidikan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan menurut Jhon Dewey yaitu suatu proses yang membersamai pengembangan, peningkatan serta pertumbuhan yang terus menerus. Tanpa harus adanya tujuan akhir belakang. Dimaknai dari hal ini yaitu memang pada hakikatnya dunia pendidikan tidak akan pernah habis dari dunia.

C.    Pengertian, Ciri – ciri , Tujuan dan Fungsi Pendidikan Formal


 1.      Pengertian Pendidikan Formal
Pengertian pendidikan formal adalah pendidikan di sekolah yang di peroleh secara teratur, sistematis, bertingkat atau berjenjang, dan dengan mengikuti syarat yang jelas.
Pengertian pendidikan formal adalah jenis pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang dilaksanakan di sekolah dengan syarat-syarat tertentu yang telah ditetapkan oleh pemerintah
Pendidikan formal merupakan jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri dari pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan perguruan tinggi. Pendidikan formal terdiri dari pendidikan formal negeri dan pendidikan formal berstatus swasta.
Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang lahir dan berkembang secara efektif dan efisien dari dan oleh serta untuk masyarakat yang berkewajiban memberikan pelayanan pendidikan kepada generasi muda dalam mendidik warga negara.
Mengenyam pendidikan pada institusi pendidikan formal yang diakui oleh lembaga pendidikan negara wajib dilakukan di Indonesia, baik anak rakyat biasa hingga anak bangsawan atau yang lainnya harus bersekolah minimal 9 tahun hingga lulus SMP.

a.      Pengertian Pendidikan Formal Menurut Peraturan Pemerintah

Menurut Pasal 1 ayat 6 Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, Pendidikan Formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah san pendidikan tinggi.

b.      Pengertian Pendidikan Formal Menurut KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Pendidikan Formal adalah segenap bentuk pendidikan atau pelatihan yang diberikan secara terorganisasi dan berjenjang, baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus.

c.       Pengertian Pendidikan Formal Secara Umum

Pendidikan formal adalah kegiatan yang sistematis, berstruktur, bertingkat, berjenjang, dimulai dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi dan yang setaraf dengannya termasuk ke dalamnya yaitu kegiatan studi yang berorientasi akademis dan umum, program spesialisasi, dan latihan profesional, yang dilaksanakan dalam waktu yang terus menerus. Selain itu, pendidikan formal merupakan lembaga pendidikan yang ditempuh melalui jalur institusi yang sudah ditentukan dan ditetapkan,serta diatur oleh sekelompok orang yang berwenang yang dalam hal ini pemerintah atau sebuah yayasan.

2.      Ciri-Ciri Pendidikan Formal

Dalam pendidikan formal terdapat jenjang pendidikan yang jelas dan berjenjang, mulai dari pendidikan dasar, menengah, hingga pendidikan tinggi. Berikut ini beberapa ciri atau karakteristik pendidikan formal diantaranya yaitu:
a)      Memiliki kurikulum yang jelas.
b)      Memberlakukan syarat tertentu bagi peserta didik.
c)      Materi pembelajaran yang dipakai bersifat akademis.
d)     Proses pendidikannya cukup lama.
e)      Tenaga pengajar harus memenuhi klasifikasi tertentu.
f)       Penyelenggaraan pendidikan berasal dari pihak pemerintah maupun swasta.
g)      Peserta didik mengikuti ujian formal.
h)      Adanya pemberlakukan administrasi yang seragam.

3.      Tujuan dan Fungsi Pendidikan Formal

Tujuan pendidikan secara umum yaitu untuk membentuk insan yang memiliki kedewasaan jasmani dan rohani. Berikut ini tujuan dan fungsi pendidikan formal diantaranya yaitu:

a)      Melatih Kemampuan Akademis

b)      Melatih Mental, Fisik, dan Disiplin

c)      Melatih Tanggungjawab

d)     Mengembangkan Diri dan Kreativitas

e)      Membangun Jiwa Sosial

f)       Membentuk Identitas Diri

 

 

 

D.    Pengertian, Ciri – ciri , Tujuan dan Fungsi Pendidikan Informal


  1.      Pengertain Pendidikan Informal
Pengertian pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan yang berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Hasil pendidikan informal diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan. Atau lebih singkatnya, pendidikan informal adalah pendidikan dengan ruang lingkup keluarga dan lingkungan. Lebih singkatnya, pengertian pendidikan informal adalah pendidikan keluarga
Pendidikan informal diberikan kepada setiap individu sejak lahir dan sepanjang hidupnya, baik itu melalui keluarga maupun lingkungan sekitarnya. Pendidikan ini menjadi dasar pembentukan kebiasaan, watak, dan perilaku seseorang di masa depan.
Pendidikan keluarga atau pendidikan informal dalam sistem pendidikan nasional sebenarnya memiliki nilai yang sama dengan pendidikan formal. Pendidikan formal dilaksanakan dengan sistem terbuka atau tatap muka dalam kelas dan berjenjang dan atau dengan jarak jauh. Pendidikan formal juga dilaksanakan oleh guru sebagai pembimbing, pengajar, dan pelatih. Sedangkan dalam pendidikan keluarga, sistem tatap mukanya tidak secara kaku dilaksanakan secara berjenjang dan dengan sistem kelas, karena dilaksanakan dalam suasana kekeluargaan oleh ibu dan ayah serta orang-orang dewasa di dalam keluarga tersebut.
Perbedaan antara pendidikan formal dan pendidikan informal yang paling mencolok adalah dalam proses pembelajarannya. Pendidikan formal dilaksanakan lebih menekankan sebagai proses pengajaran atau dalam transfer of knowledge (teaching). Proses persekolahan inilah yang disebut dengan schooling. Sedang dalam pendidikan informal proses pembelajarannya dilaksanakan lebih menekankan sebagai proses pendidikan (educating), yang memiliki maka mendidik dan membimbing.
a.      Dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 27 tentang Pendidikan Informal, dijelaskan sebagai berikut:
·      Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan pendidikan belajar secara mandiri.
·       Hasil pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.

·     Ketentuan mengenai pengakuan hasil pendidikan informal sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.
b.      Pengertian Pendidikan Informal Menurut Para Ahli
UU Sisdiknas
Menurut UU Sisdiknas, Pendidikan Informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri. Hasil pendidikan diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional.
Coombs
Menurut Coombs seperti yang diakui oleh Sudjana, pengertian pendidikan informal adalah setiap kegiatan terorganisasi dan sistematis diluar persekolahan yang mapan, dilakukan secara mandiri atau merupakan bagian penting dari kegiatan yang lebih luas, yang sengaja dilakukan untuk melayani peserta didik dalam mencapai tujuan belajarnya.

2.      Ciri-Ciri Pendidikan Informal
Ciri ciri atau karakteristik pendidikan informal, diantaranya yaitu:
a)      Kegiatan belajar terbentuk secara mandiri.
b)      Tidak terikat dengan waktu dan tempat.
c)      Proses belajar berlangsung tanpa ada pendidik dan peserta didik, namun antara orangtua dengan anak atau
d)     antara kakak dengan adik.
e)      Tidak mengenal persyaratan usia.
f)       Tidak terdapat persyaratan khusus yang harus dilengkapi.
g)      Peserta didik tidak perlu mengikuti ujian tertentu.
h)      Proses pendidikan dilakukan oleh keluarga dan lingkungan.
i)        Tidak ada kurikulum tertentu yang harus dijalankan.
j)        Tidak ada jenjang dalam proses pendidikannya.
k)      Proses pendidikan dilakukan secara terus menerus tanpa mengenal ruang dan waktu
l)        Orang tua adalah guru bagi anak didik.
m)    Tidak terdapat manajemen yang jelas dalam proses pembelajaran.
n)      Tidak menggunakan metode yang komplikatif yang sulit di mengerti atau sulit dilaksanakan.
o)      Bahan pembelajaran cukup sederhana.
p)      Tidak terorganisasi secara struktural.
q)      Tidak ada penjenjangan kronologis
r)       Tidak mengenal adanya kredensials.

3.      Fungsi dan Tujuan Pendidikan Informal
Fungsi dan tujuan utama pendidikan informal yaitu untuk membentuk karakter dan kepribadian seseorang. Lebih lengkapnya, fungsi dan peran pendidikan informal, diantaranya yaitu:
a)      Membantu meningkatkan hasil belajar anak, baik pendidikan formal maupun non formal.
b)      Mengontrol dan memotivasi anak agar lebih giat belajar.
c)      Membantu pertumbuhan fisik dan mental anak, baik dari dalam keluarga maupun lingkungan.
d)     Membentuk kepribadian anak dengan metode yang disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan, dan perkembangan anak.
e)      Memotivasi anak agar mampu mengembangkan potensi atau bakat yang dimilikinya.
f)       Membantu anak lebih mandiri dan mampu memecahkan masalah yang dihadapinya.
g)      Dari penjelasan tersebut bisa disimpulkan peran keluarga terutama orang tua, sangat besar terhadap pertumbuhan seorang anak. Dalam pendidikan ini, orang tua berperan sebagai pendidik, pembimbing, teladan, pengontrol, fasilisator, motivator, sekaligus juga inovator.


E.     Pengertian Analisis SWOT


Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats).
Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.
Analisa SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT, dimana aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru.
Menurut Daniel Start dan Ingie Hovland  analisis SWOT adalah instrumen perencanaaan strategis yang klasik dengan menggunakan kerangka kerja kekuatan dan kelemahan serta kesempatan ekternal dan ancaman. Instrumen ini memberikan cara sederhana untuk memperkirakan cara terbaik untuk melaksanakan sebuah strategi. Instrumen ini menolong para perencana apa yang bisa dicapai, dan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan oleh mereka
Metode SWOT pertama kali digunakan oleh Albert Humphrey yang melakukan penelitian di Stamford University pada tahun 1960-1970 dengan analisa perusahaan yang bersumber dalam Fortune500. Meskipun demikian, jika ditarik lebih ke belakang analisa ini telah ada sejak tahun 1920-an sebagai bagian dari Harvard Policy Model yang dikembangkan di Harvard Business School. Namun, pada saat pertama kali digunakan terdapat beberapa kelemahan utama di antaranya analisa yang dibuat masih bersifat deskriptif serta belum bahkan tidak menghubungkan dengan strategi-strategi yang mungkin bisa dikembangkan dari analisis kekuatan-kelemahan yang telah dilakukan.

Hasil analisis biasanya adalah arahan/rekomendasi untuk mempertahankan kekuatan dan menambah keuntungan  dari peluang yang ada, sambil mengurangi kekurangan dan menghindari ancaman. Jika digunakan dengan benar, analisis SWOT akan membantu kita untuk melihat sisi-sisi yang terlupakan atau tidak terlihat selama ini.
Analisis ini bersifat deskriptif dan terkadang akan sangat subjektif, karena bisa jadi dua orang yang menganalisis sebuah organisasi akan memandang berbeda keempat bagian tersebut. Hal ini wajar terjadi, karena analisis SWOT adalah sebuah analisis yang akan memberikan output berupa arahan dan tidak memberikan solusi “ajaib” dalam sebuah permasalahan.
SWOT adalah singkatan dari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman)
Analisis SWOT mengatur kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman utama Anda ke dalam daftar yang terorganisir dan biasanya disajikan dalam bilah kisi-kisi yang sederhana.
Strengths (kekuatan) dan Weaknesses (kelemahan) adalah berasal dari internal perusahaan Anda. hal-hal yang dapat Anda kontrol dan dapat berubah. Contohnya termasuk siapa yang ada di tim Anda, paten dan properti intelektual Anda, dan lokasi Anda.
Opportunities (peluang) dan Threats (ancaman) adalah hal eksternal yang mempengaruhi bisnis atau hal-hal yang terjadi di luar perusahaan Anda pada pasar yang lebih besar. Anda dapat memanfaatkan peluang dan melindungi dari ancaman, tetapi Anda tidak dapat mengubahnya. Contohnya termasuk pesaing, harga bahan baku, dan tren belanja pelanggan.


BAB III
ANALISIS SWOT SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA PENDIDIKAN FORMAL DAN INFORMAL

A.    Lembaga Pendidikan Formal
  1.      Strength (kekuatan)
·        Beberapa lembaga pendidikan formal sudah menggunakan Sistem Informasi Manajemen yang baik seperti sistem digital, khususnya pada lembaga sekolah yang berstatus Negri, tetapi beberapa sekolah berstatus Swasta pun ada yang Sistem Informasi Manajemennya sudah berbasis teknologi meski tidak semua aspek pendidikan, seperti :
o   Absen digital (finger print) guru, tenaga kependidikan dan siswa sebagai bukti kehadiran, sudah berlaku pada lembaga sekolah formal Negeri bahkan lembaga Formal Swasta pun sudah ada yang menggunakan absen digital sebaga bukti kehadiran guru, siswa, maupun staf/tenaga kependidikan.
o   Hasil pengamatan yang saya lakukan bahwa setiap sekolah memiliki minimal satu proyektor sebagai media penunjang kegiatan pembelajaran maupun kegiatan lain yang dilakukan lembaga sekolah formal seperti rapat, seminar, dan kegiatan lainnya.
o   Setiap sekolah formal memiliki blog khusus sekolahnya untuk mengakses informasi mengenai data maupun kegiatan yang ada di lembaga sekolah tersebut, agar memudahkan seseorang yang ingin mengetahui informasi sekolah tersebut.
o   Data pendidik (guru), tenaga pendidik (staf), dan siswa diakses pada Dapodik
o   Untuk Jenjang Pendidikan di tingkat SMP dan SMA sudah melakukan Ujian Nasional berbasis Komputer
o   Sebagian lembaga pendidikan formal khususnya Sekolah berstatus Negeri telah diberlakukan E-Raport.

·        Seiring dengan mewabahnya virus corona yang meluas hingga Indonesia ini, dan berpengaruh pada sistem pembelajaran pada pendidikan di Indonesia, maka jajaran pemerintah Indonesia menurunkan kebijakan Sosial Distancing atau menjaga jarak, termasuk kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan di rumah masing – masing siswa di Indonesia, yaitu dengan memberlakukan sistem pembelajaran jarak jauh (sistem daring). Sistem pembelajaran seperti ini menjadi tuntutan bagi setiap siswa agar mampu melakukan kegiatan pembelajran via online. Hal ini dapat menjadi kelebihan bagi sistem pendidikan formal di Indonesia, karena :
-   Dapat menambah wawasan siswa terhadap teknologi dan pengetahuan yang lebih meluas lagi.
-     Dengan adanya sistem daring ini siswa lebih efisien melakukan dan menghabiskan waktu di rumah dengan belajar.
 Secara tidak langsung pendidikan di Indonesia melakukan pelatihan sistem pembelajaran yang berbasis teknologi, karena sistem daring yang diberlakukan oleh pemerintah ini cukup lama, sehingga para siswa akan menjadi terbiasa dikala nanti membutuhkan sistem daring untuk pembelajaran.

2.      Weakness

·   Untuk penggunaan media digital yang ada di lembaga pendidikan formal memerlukan perawatan secara rutin.
·       Pembayaran SPP masih dilakukan secara manual,
·      Tidak semua lembaga Pendidikan formal memberlakukan sistem E-raport sebagai laporan hasil pembelajaran  

3.      Opportunity

·     Melahirkan lulusan yang melek teknologi sehingga anak mampu bersaing di era globalisasi yang serba digital ini.
·     Mengangkat tinggi nama lembaga sekolah karena melahirkan lulusan yang memiliki jiwa saing di era globalisasi

4.      Threath


·      Bila segala sistem dilakukan dengan serba teknologi akan berkurang sumber daya manusia yang dibutuhkan

B.     Pendidikan Informal
1.      Strength

·    Pendidikan dalam keluarga bisa mengandalkan smartphone atau komputer di rumah sebagai penunjang belajar anak.
·         Orang tua berperan penting dalam kegiatan pebelajaran anak, menjadi seorang guru yang baik karena memahami watak anak, sehingga mengetahui cara mendidik dan mengajar anak sesuai wataknya.
·    Orang tua menjadi pengawas bagi anak dalam pemakaian internet sebagai penunjang pembelajaran, sehingga membatasi anak dalam penggunaan internet sebatas untuk belajar saja.
·         Dapat menciptakan suasana pembelajaran dan media pembelajaran sesuai keinginan.
·    Orang tua dapat membentuk anak sesuai dengan apa yang diinginkan orang tua pada anaknya.
·   Pendidikan dilakukan dengan mengajarkan penuh perihal adab seorang anak terhadap sesama dan terhadap lingkungan sekitar.

2.      Weakness

·         Tidak ada manajemen yang jelas
·   Kurangya pembelajaran yang bersifat ilmu pengetahuan seperti yang diajarkan di pendidikan formal.
·      Tidak ada pengenalan dan pembiasaan penggunaan media pendidikan dan pembelajaran yang berbasis teknologi, seperti ujian nasional berbasis komputer atau penggunaan proyektor sebagai media pembelajaran

3.      Opportunity

·         Melahirkan generasi yang memiliki akhlak yang baik atau beradab

4.      Threat

·   Sulit menyesuaikan diri dan tidak mampu menjadi pribadi yang berdaya saing di era globalisasi yang serba digital ini.

BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari hasil pengamatan yang saya lakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa pendidikan formal dan informal adalah wadah pendidikan yang penting untuk pembentukan pribadi seorang anak.Dengan pendidikan formal seorang anak akan mampu menyesuaikan diri, mampu hidup, dan memiliki daya saing di era Globalisasi yang serba digital dan teknologi. Dengan pendidikan informal anak dapat tumbuh menjadi seorang pribadi yang beradab. Maka kedua bentuk pendidikan tersebut penting untuk diberikan kepada anak agar seimbang antara kemampuan intelektual dan perilaku atau adabnya, sehingga anak mampu hidup di era globalisasi tetapi tidak terbawa arus negative era globalisasi.

B.     Saran
Bagi para pembaca agar senantiasa berlaku bijak dalam menggunakan teknologi serta internet, maksimalkan teknologi dan internet untuk belajar, serta tidak berlebihan dalam pemakaiannya sehingga tidak mengalami candu.




DAFTAR PUSTAKA



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LAPORAN ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL PADA TENAGA PENDIDIK TINGKAT SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BOGOR

LAPORAN ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL PADA TENAGA PENDIDIK TINGKAT SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BOGOR Ditujukan untuk memenuhi sala...