Assalamualaikum warohmatullahi wabaarakaatuh😉
Hallo Hallo hai temen temen ku yang kepo - kepo 😋
Nama saya Rinawati Mahasiswi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, di Institut Agama Islam Sahid Bogor.
Disini saya ingin berbagi dengan kalian perihal Analisis SWOT Standar Nasional Pendidikan di SMAN1 Leuwiliang.
Pada tanggal 02 maret 2020 tepatnya hari senin, saya bersama teman" saya melakukan kegiatan observasi di SMAN1 Leuwiliang,
SMAN1 Leuwiliang adalah satu Lembaga sekolah menengah atas bersatus Negeri yang berlokasi di Kp. Sawah Kulon Rt 04/02 Desa Leuwiliang Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat.
Dengan sambutan yang baik kami dipersilahkan masuk ke kantor para guru untuk memulai observasi. Pertama kami melakukan wawancara dengan staff kurikulum perihal segala kelengkapan Sistem Informasi yang telah ada di SMAN1 Leuwiliang. Keduanya, kami melakukan observasi dengan melihat dan mengamati secara langsung disana.
Banyak ilmu yang didapat tentunya saya sangat bersyukur karena mendapatkan ilmu baru tentang bagaimana para pendidik dan tenaga pendidik mengelola lembaga ssekolah.
Tetap harus kita sadari tidak ada yang sempurna dalam hidup ini, karena kesempurnaan hanya milik Allah saja, juga pada suatu lembaga pasti ada sisi kelebihan dan kekurangannya masing masing, termasuk di SMAN1 Leuwiliang ini pasti ada sisi kelebihan dan kekurangannya tergantung bagaimana para Pendidik dan Tenaga Pendidik mengelola nya.
Di bawah ini saya tulis makalah hasil kerja sama kelompok saya yang mendeskripsikan SWOT 8 Standar Nasional Pendidikan di SMAN1 Leuwiliang.
SMA Negeri 1 Leuwiliang Bogor
Makalah ini di ajukan untuk memenuhi tugas kelompok
Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen
Dosen Pengampu: Ibu Hana Lestari M. Pd
Disusun oleh:
Haddad Ulum
Neneng Wahidatul Asna
Rinawati
Rizka Isfani
Siti Maryam Khotib
Fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan
Manajemen pendidikan islam
Institut agama islam sahid BogOR
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat serta inayah-Nya kami senantiasa membuat serta menyelesaikan Makalah yang berjudul 'proses kewirausahaan' dengan baik.Solawat beserta salam selalu tercurah limpahkan kepada baginda nabi besar Muhammad Saw, yang mudah-mudahan kita mendapatkan syafaat-Nya di yaumil akhir nanti.
Makalah hasil obsevasi ini kami buat dalam rangka memenuhi tugas kelompok mata kuliah 'Sistem Informasi Manajemen' yang mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kami khususnya dan kita semua.Aamin
Tidak terlupa, kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelesaian tugas observasi ini sehingga tugas ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam makalah ini masih banyak kekurangan dari segi susunan kalimat, pemilihan kata ataupun isi materi. Maka dari itu dengan tangan terbuka serta kerendahan hati kami menerima saran dan kritik dari para pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Bab 1
PENDAHULUAN
A. Latar BelakangSma negeri 1 Leuwiliang Bogor adalah lembaga kependidikan yang berkembang sejalur dengan arah standar pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan yang sesuai dengan standar nasional. Untuk mengetahui hal tersebut lebih jauh maka kami melakukan observasi mengenai standar nasional pendidikan berbasis sistem informasi manajemen di Sma negri 1 leuwiliang bogor dengan menggunakan metode Analisis SWOT yakni menggali informasi melalui kegiatan wawancara, melihat objek secara langsung dan dokumentasi.
B. Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan standar nasional pendidikan?
Apa yang dimaksud dengan Analisis SWOT?
Bagaimana hasil observasi di SMA negri Leuwiliang Bogor mengenai standar nasional pendidikan menggunakan metode Analisis SWOT?
C. Tujuan
Mengetahui dan memahami apa yang dimaksud dengan standar nasional pendidikan
Mengetahui dan memahami apa yang dimaksud dengan Analisis SWOT
Mengetahui hasil observasi di SMA negri Leuwiliang Bogor mengenai standar nasional pendidikan.
Bab II
Pembahasan
Standar Nasional Pendidikan ialah suatu kriteria atau standar minimal terkait pelaksanaan sistem pendidikan yang ada di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Fungsi dari Standar Nasional Pendidikan ini ialah sebagai dasar dalam melakukan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pendidikan untuk mewujudkan pendidikan nasional yang berkualitas. Sedangkan tujuan utama dari Standar Nasional Pendidikan ialah untuk menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk karakter dan peradaban bangsa yang bermartabat.
Menurut penjelasan dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), berikut ini ialah 8 standar pendidikan nasional di Indonesia yaitu:
a. Standar Isi
Hal-hal yang diatur dalam standar Isi mencakup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal untuk jenis dan jenjang pendidikan tertentu. Di dalam standar isi terdapat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan dan kelender pendidikan.
b. Standar Kompetensi Lulusan
Pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik menggunakan Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. Hal-hal yang diatur dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL) mencakup standar kompetensi lulusan minimal satuan pendidikan dasar dan menengah, standar kompetensi lulusan minimal kelompok mata pelajaran dan standar kompetensi lulusan minimal mata pelajaran.
c. Standar Proses Pendidikan
Dalam pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan dilaksanakan secara interaktif, inspiratif, menantang dan memotivasi peserta didik untuk aktif berpartisipasi. Proses belajar-mengajar ini juga memberikan ruang bagi kreativitas, prakarsa dan kemandirian sesuai dengan minat, bakat dan perkembangan psikologis/fisik para peserta didik.
d. Standar Sarana Dan Prasarana
Semua satuan pendidikan harus dilengkapi dengan sarana pendidikan seperti media pendidikan, peralatan pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, perabot dan perlengkapan lainnya. Semua satuan pendidikan harus dilengkapi dengan prasarana pendidikan seperti lahan, ruang kelas, ruang pendidikan, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang perpustakaan dan prasarana pendukung lainnya.
e. Standar Pengelolaan
Standar Pengelolaan mencakup tiga bagian yaitu:
Standar pengelolaan oleh satuan pendidikan.
Standar pengelolaan oleh Pemerintah Daerah.
Standar pengelolaan oleh Pemerintah.
f. Standar Pembiayaan Pendidikan
Beberapa hal yang termasuk di dalam Standar Pembiayaan Pendidikan ialah biaya investasi, biaya operasi dan biaya personal.
Biaya investasi satuan pendidikan mencakup biaya pengadaan prasarana dan sarana pendidikan, modal kerja tetap dan pengembangan sumber daya manusia.
Biaya operasi satuan pendidikan mencakup gaji tenaga pendidik, peralatan pendidikan, biaya pemeliharaan saran dan prasarana, pajak, asuransi dan lain sebagainya.
Biaya personal mencakup biaya pendidikan yang harus dibayar peserta didik agar dapat mengikuti proses belajar-mengajar.
g. Standar Penilaian Pendidikan
Beberapa hal yang termasuk di dalam standar penilaian pendidikan diantaranya penilaian hasil belajar oleh pendidik, penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dan penilaian hasil belajar oleh pemerintah.
h. Standar Pendidik Dan Tenaga Kependidikan
Tenaga pendidikan atau guru harus mempunyai kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat rohani dan jasmani serta mampu mewujudkan tujuan pendidikan nasioan.
Pendidikan harus memiliki ijazah dan sertifikasi keahlian sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang belaku. Adapun kompetensi yang harus dimiliki oleh tenaga pendidik ialah sebagai berikut:
Kompetensi pedagogik
Kompetensi kepribadian
Kompetensi profesional
Kompetensi sosial
B. Pengertian Analisis SWOT
Analisis SWOT secara sederhana dipahami sebagai pengujian terhadap kekuatan dan kelemahan internal sebuah organisasi, serta kesempatan dan ancaman lingkungan eksternalnya. SWOT adalah perangkat umum yang didesain dan digunakan sebagai langkah awal dalam proses pembuatan keputusan dan sebagai perencanaan strategis dalam berbagai terapan (Johnson, dkk., 1989; Bartol dkk., 1991). Ruang lingkup analisis SWOT meliputi:
Strength (S), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kekuatan dari organisasi atau program pada saat ini.
Weakness (W), adalah situasi atau kondisi yang merupakan kelemahan dari organisasi atau program pada saat ini.
Opportunity (O), adalah situasi atau kondisi yang merupakan peluang diluar organisasi dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi dimasa depan.
Threat (T), adalah situasi yang merupakan ancaman bagi organisasi yang datang dari luar organisasi dan dapat mengancam eksistensi organisasi dimasa depan
C. Hasil Observasi
a. Standar Isi
Strength (S),
- SMAN1 Leuwiliang sudah menerapkan K13 sejak tahun 2015.
- Silabus dan RPP sudah dibuat menggunakan Sistem Informasi Teknlogi (komputer).
2. Weakness (W),
- Beban belajar siswa dan guru terlalu berat, sehingga waktu belajar di Sekolah terlalu lama.
3. Opportunity (O),
- SMAN1 leuwiliang menjadi sasaran utama para calon peserta didik dalam menentukan sekolah.
4. Threat (T),
- Persaingan antar lembaga Sekolah negeri
b. Standar Proses
1. Strength (S),
- Daftar hadir siswa dan guru sudah menggunakan absensi digital (finger Print)
-Sebagian Proses KBM ditunjang menggunakan proyektor.
-Tersedianya Prasarana yang dapat menunjang kegiatan KBM.
2. Weakness (W),
- Sering terjadi kesalahan dalam proses identifikasi absensi digital
- Membutuhkan perawatan yang rutin.
- Kegiatan UTS dan UAS masih berbasis kertas
3. Opportunity (O),
- Siswa berpeluang untuk bersaing di Era Globalisasi yang serba digital.`
4. Threat (T),
- Pengawasan yang tidak dilakukan dengan ketat
- Membuat siswa dapat mengakses jejaring sosial yang lain sehingga kegiatan kbm tidak efektif
c. Standar Kelulusan
1. Strength (S),
- Data hasil lulusan sudah berbasis SIM sehingga mudah diakses
- Lulusan SMAN1 Leuwiliang sudah terjamin dari segi kualitas kompetensi dan non kompetensi
2. Weakness (W),
- Tidak semua siswa SMAN 1 leuwiliang masuk PTN
3. Opportunity (O),
- Lulusan SMAN1 leuwiliang memlik peluang yang besar masuk ke PT Negri favorit.
4. Threat (T),
- Pergaulan dan lingkungan yang buruk menjadi ancaman yang mengganggu konsentrasi belajar anak
d. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
1. Strength (S),
- Dari 52 guru, 27 diantaranya adalah PNS dan 25 guru honorer
- Kualifikasi guru s1 dan S2
- Tenaga pendidik memiliki kompetensi yang sesuai (linier).
- Data guru dan tenaga kependidikan sudah diakses di DAPODIK
2. Weakness (W),
- 25 guru masih berstatus honorer
- Sebagian guru masih memiliki jadwal di lembaga pendidikan lain
3. Opportunity (O),
- Peserta didik mudah memahami materi yang diberikan
- Sekolah akan memiliki peluang meningkatkan mutu.
4. Threat (T),
- Adanya kebijakan pemerintah tentang mutasi pendidik dan ketenaga pendidikan
e. Standar Sarana dan Prasarana
1. Strength (S),
- Bangunan sekolah milik sendiri
- Lapangan cukup luas
- Memiliki 5 laboratorium komputer, 1 laboratorium biologi, laboratorium fisika, dan laboratorium kimia
- Memiliki 31 ruangan kelas yang cukup nyaman dan dilengkapi dengan speaker yang disediakan untuk memberikan informasi secara mudah.
- Tersedia proyektor sebagai penunjang KBM.
2. Weakness (W),
- Tidak tersedia laboratorium bahasa secara khusus
- Ada beberapa toilet yang kurang nyaman
3. Opportunity (O),
- Memudahkan peserta didik dalam memahami materi pembelajaran
- Melahirkan peserta didik dan lulusan yang berkualitas.
- Menyiapkan peserta didik menjadi lulusan yang bisa bersaing di era globalisasi.
4. Threat (T),
- Kerusakan yang tidak dapat diduga.
- Lokasi SMAN1 Leuwiliang yang berdekatan dengan lembaga lain.
f. Standar Pembiayaan
1. Strength (S),
- Memiliki anggaran tetap dari pemerintah
- Partisipasi peserta didik dalam pembiayaan sekolah
- Pembayaran gaji guru pns via transfer
2. Weakness (W),
- Transaksi pembayaran SPP masih manual
3. Opportunity (O),
- Mengurangi terjadinya kegiatan penyelewengan gaji oleh oknum tertentu.
4. Threat (T),
- Ada sebagian siswa yang tidak tepat waktu dalam pembayaran SPP.
g. Standar Pengelolaan
1. Strength (S),
- Memiliki rencana kegiatan sekolah yang pasti
- Data peserta didik, guru dan staff tenaga kerja sudah diakses dalam DAPODIK
2. Weakness (W),
- Rks dibuat berdasarkan tuntutan administrasi
- Masih menggunakan local host
- Alur PPDB belum bisa melalui jalur online
3. Opportunity (O),
- Standar pengelolaan yang baik terkhusus dalam pembuatan RKS turut menentukan akreditasi
4.Threat (T),
- Jika ada kerusakan pada laptop atau komputer yang di pakai input data, jadi tidak ada salinan data.
h. Standar Penilaian
1. Strength (S),
- Sman1 leuwiliang sudah mengguankan raport elektronik
- Ujian nasional dilakukan dengan menggunakan sistem IT
- Persiapan yang matang menjelang UN
2. Weakness (W),
- Koneksi lambat,
3. Opportunity (O),
- Mempunyai salinan data e-raport
- Nilai dapat langsung terlihat
4. Threat (T),
- Kerusakan pada alat penunjang UN
BAB III
PENUTUP
Dari hasil observasi disimpulkan bahwasannya secara keseluruhan SMA Negri 1 Leuwiliang Bogor sudah memenuhi 8 standar nasional pendidikan berbasis sistem informasi manajemen, tetapi ada beberapa hal yang masih menggunakan sistem manual,dan mudah-mudahan hal tersebut dapat teratasi dengan baik.
B. Saran
Sebelum melakukan observasi alangkah baiknya mempersiapkan waktu yang cukup baik dan lenggang karena observasi memerlukan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan hasil yang relevan, dan tidak lupa menyusun kerangka pertanyaan secara terstruktur.
Nah temen temen sudah lihat kan pendeskripsian Analisis SWOT SMAN1 Leuwiliang,
Sekarnag saya ingin memberikan solusi atas permasalahan yang ada di SMAN1 Leuwiliang.
Menurut saya solusi dari masalah yang telah dipaparkan di atas adalah,
1. Melengkapi sarana dan prasarana penunjang pembelajaran, khususnya alat penunjang berbasis teknologi yang hakikatnya dapat mempermudah jalannya KBM.
2. Membekali para pendidik dalam penguasaan di bidang teknologi dengan cara mengadakan kegiatan kegiatan pelatihan bertema teknologi, agar para pendidik dapat secara profesional melakukan tugasnya yang salah satunya adalah melakukan pengajaran (transfer ilmu).
3. Memperbaiki sarana dan Prasana yang telah rusak, atau mengganti nya dengan yang baru.
4. Pembayaran partisipasi siswa untuk mendukung kegiatan belajar (SPP) sebaiknya sudah menggunakan metode transfer, karena lebih efektif dan memudahkan ketika kita tidak bisa datang langsung ke sekolah.
5. Sebaiknya menggunakan kelas online untuk menggantikan pertemuan saat guru berhalangan hadir.
Terimakasih teman teman telah membaca🤗 Salam Semangat dari saya, tetap tingkatkan minat baca kita agar tidak terjatuh pada jurang kebodohan.
Wassalaamu'alaikum Warohmatullah wabarokaatuh










Good Job ������
BalasHapusMantuul teh Rina.. sangat menginspirasi serta menambah wawasan saya terkait dengan sistem informatika di lingkup pendidikan.. akan lebih kece jika disertakan pula daftar pustakanya.. jangan banyak bergadang ya teh 😁
BalasHapusSiap mba kikih😍😍😍
HapusMantul banget teh rina semoga bermanfaat😁
BalasHapusAamiin ..
HapusMkasih teh sri
Info nya sangat membantu sekali untuk kita tahu keadaan di smanel. Thank you kk
BalasHapusSyukron teteh 🙏🏼
Hapus